Desember 1, 2022

Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik (DGBAS) mengatakan jumlah pekerja migran di Taiwan meningkat pesat mencapai 706.060 orang. Dari jumlah tersebut, 90 persen di antaranya berasal dari Indonesia dan Vietnam.

Menurut Taiwan News, menurut laporan yang dirilis DGBAS pada Sabtu (1/5), jumlah pekerja migran di Taiwan meningkat 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tiga negara teratas yang warganya saat ini bekerja di Taiwan secara berurutan adalah Indonesia 271.000 (38,4 persen), Vietnam 221.000 (31,4 persen), dan Filipina 154.000 (21,8 persen). Dari segi jenis kelamin, perempuan merupakan mayoritas, dengan 385.000 pekerja perempuan (54,6 persen), sedangkan pekerja laki-laki hanya 321.000 (45,4 persen).

Untuk pekerjaan, 447.000 (63,3 persen) bekerja di bidang manufaktur, konstruksi, dan pertanian. Lebih dari 70 persen pekerja di sektor ini adalah laki-laki dan 76,2 persen berusia di bawah 35 tahun.

Sektor terbesar berikutnya adalah perawatan dan jasa rumah tangga, dengan jumlah 259.144 (36,7 persen) pekerja. Dari kelompok ini, 99,3 persen adalah wanita yang 50 persennya berusia antara 35 dan 44 tahun.

Sedangkan kota dengan pekerja migran terbanyak di bidang manufaktur, konstruksi, dan pertanian adalah Taoyuan (91.000), Taichung (78.000), dan New Taipei City (56.000). Kota-kota dengan pekerja migran terbanyak yang terlibat dalam perawatan dan layanan rumah tangga adalah Taipei dengan 44.000 dan New Taipei City dengan 43.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *