Agustus 3, 2022

Memang tidak terlihat, tetapi bau dan suaranya sering membuat orang di sekitar Anda ribut. Ya, itu kentut. Tapi tahukah Anda bahwa suara dan bau kentut sangat bervariasi? Apa alasannya? Dilansir Kompas, Jumat (8/3/2019), ini penjelasannya.

Proses alami

Pertama, Anda perlu menyadari bahwa kentut adalah hal yang normal dilakukan setiap orang. Kentut sendiri merupakan tanda yang diberikan oleh tubuh bahwa sistem pencernaan kita berfungsi dengan baik.

Namun, tidak semua kentut itu sama. Beberapa tidak memiliki suara tetapi memiliki bau yang sangat menyengat, beberapa memiliki suara yang sangat keras tetapi tidak berbau.

Menurut ahli gastroenterologi dari University of Michigan Medicine Gastroenterology Clinic, manusia menyimpan rata-rata 1,5 liter gas di saluran pencernaan mereka setiap hari.

Dalam sehari, manusia bisa kentut sebanyak 14 hingga 23 kali dan cenderung tidak berbau.

Suara kentut

Kentut sendiri dipengaruhi oleh makanan yang kita makan. Jika kita makan kacang polong, kubis, atau nangka kita akan cepat kentut. Karena makanan tersebut kaya akan kandungan gas.

Sementara itu, suara kentut dipengaruhi oleh kecepatan dorongan gas dari perut untuk keluar, serta ukuran dan bentuk lubang anus. Sama seperti kita memainkan seruling. Semakin kecil dan kurang terbukanya lubang suling maka akan menghasilkan nada yang tinggi dan melengking.

Sedangkan jika kita membuka semua lubang suling, maka suara yang dihasilkan kecil dan besar.

Begitu juga dengan kentut. Saat kita menahan kentut, saluran anus akan dipaksa untuk menutup sehingga gas akan keluar sedikit demi sedikit. Akibatnya, kentut akan terdengar keras dan keras.

Sebaliknya, jika kita dalam keadaan rileks, anus akan terbuka lebar dan membuat gas lebih mudah keluar. Suara yang dihasilkan cenderung lebih kecil bahkan mungkin tidak terdengar sama sekali.

Ternyata, ukuran kentut seseorang dipengaruhi oleh keadaan anus kita. Yang terpenting, jangan suka menahan kentut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.