Setiap orang pernah mengalami cegukan, salah satu hal yang paling menjengkelkan dan mungkin tidak berbahaya bagi kebanyakan orang.
Cegukan umumnya berlangsung selama beberapa menit dan muncul sesaat setelah kita makan dengan terburu-buru atau menelan minuman terlalu cepat.
Menurut WebMD, mekanisme cegukan dimulai dari diafragma, yaitu otot antara paru-paru dan perut. Saat kita menghirup atau menghirup, diafragma ditarik ke bawah memungkinkan udara masuk ke paru-paru. Saat kita menghembuskan napas, diafragma kembar berelaksasi sehingga udara dari paru-paru keluar melalui hidung dan mulut.
Tetapi ketika kita cegukan, diafragma menjadi kejang dan memaksa laring yang berisi pita suara berkontraksi yang pada gilirannya menutup pita suara dan menciptakan suara cegukan yang khas.
Selain makan dan minum secara terburu-buru, hal lain seperti stres, gugup, efek obat tertentu, perubahan suhu udara secara tiba-tiba, dan menelan udara karena mengunyah permen karet atau minum minuman bersoda, juga bisa memicu cegukan.
Cara tradisional untuk mengatasi cegukan dan cukup efektif adalah dengan menahan napas atau meniupkan udara ke dalam kantong kertas. Ketika kita melakukannya, CO2 akan menumpuk di paru-paru dan membuat diafragma kembali tenang.
Tyler Cymet, kepala sekolah kedokteran di American Association of Colleges of Osteopathic Medicine, menghabiskan lima tahun mempelajari cegukan pada 54 pasiennya.
Namun ia tidak menemukan cara mudah untuk mengatasi cegukan tersebut.
“Saya pikir tidak ada yang berhasil, cegukan tiba-tiba muncul dan berhenti dengan sendirinya,” katanya kepada Guardian.
Melansir IFL Science, Sabtu (9/2/2019), jika cegukan hanya dalam beberapa menit, berarti masih normal. Namun jika sudah berjam-jam atau bahkan sampai 48 jam, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Ada kemungkinan bahwa ini termasuk gejala masalah yang lebih serius seperti meningitis, stroke, cedera otak traumatis, atau tumor.
