Warga Palestina di Jalur Gaza akan memperingati satu tahun demonstrasi Great March of Return pada Sabtu (30/3/2019) besok.
Tidak hanya di Jalur Gaza, aksi peringatan juga akan dilakukan oleh warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Diperkirakan 10.000 orang akan menghadiri acara peringatan tersebut. Perundingan yang ditengahi Mesir berlangsung di Jalur Gaza selama beberapa jam.
Untuk menghindari kekerasan dan korban jiwa, Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Israel yang ditengahi oleh Mesir.
“Mesir mengatakan kepada kami bahwa mereka (Israel) berjanji untuk bersikap lunak,” kata seorang pejabat Hamas yang meminta tidak disebutkan namanya, seperti dilansir AFP, Jumat (29/3).
Dikutip dari CNN, Hamas mengatakan pihaknya meminta para pengunjuk rasa berada dalam jarak beberapa ratus meter dari pagar perbatasan. Sebaliknya, para pejabat Israel diharapkan tidak menembaki demonstrasi.
Ada kekhawatiran bahwa peringatan itu bisa berubah menjadi kerusuhan, mengingat sejak awal pekan ini Israel telah membombardir sejumlah titik di Jalur Gaza. Mereka beralasan untuk membalas serangan roket yang dilakukan Hamas. Namun, Hamas membantah mereka melakukan serangan roket ke Israel.
Hamas telah berjanji untuk menghentikan sementara serangan di Tepi Barat. Kesepakatan lainnya adalah mengizinkan jumlah bantuan dari Qatar ke Jalur Gaza lebih banyak. Namun, Israel belum menanggapi kesepakatan ini.
Gerakan Kembali ke Tanah Air dimulai pada 30 Maret 2018. Aksi berubah dari demonstrasi damai menjadi kekerasan.
Tercatat 258 warga Palestina tewas akibat dibunuh pasukan Israel saat demonstrasi tahun 2018. Sementara itu, pihak Israel kehilangan dua tentara.
