Dalam rangka memperingati HUT ke-23, KJRI Hong Kong menggelar berbagai lomba yang bertujuan mengenalkan pakaian adat Indonesia dan menggali potensi PMI, Minggu (12/05/2019).
Bertempat di Balai Komunitas Sai Yin Pun, HUT dan peringatan Hari Kartini 2019 bertema “Maheswari Putri Nusantara” dimeriahkan dengan lomba tari kelompok poco-poco, lomba busana kebaya elegan, lomba busana batik elegan, dan lomba tari poco-poco. Pemilihan Putri Kartini 2019.
Kepala Pusat Kebudayaan KJRI Sri Wahyuni mengatakan selain sebagai acara tahunan, acara yang mereka selenggarakan juga sebagai bentuk apresiasi sekaligus unjuk bakat dalam merias wajah dan mengenakan pakaian adat Indonesia.
“Acara ini merupakan acara tahunan dari Sanggar Budaya, untuk mengapresiasi dan menunjukkan bakat dan kreativitas dalam tata rias dan busana tradisional Indonesia,” kata Sri Wahyuni kepada Migran Pos, Senin (13/5/2019).
Menurut salah satu peserta peraih gelar Putri Kartini 2019, Nentylin, alasan mengikuti kompetisi tersebut adalah karena bangga menjadi wanita Indonesia dan ingin menimba pengalaman serta ingin menjadi contoh yang baik bagi sesama Migran Indonesia. Pekerja (PMI) di Hongkong.
“Saya ingin menambah pengalaman seperti teman-teman lainnya dan sebagai perempuan Indonesia, saya sangat bangga dan ingin memberikan contoh yang baik kepada rekan-rekan TKI dan teman-teman saya di Hongkong,” kata Nentylin, Senin (13/05/ 2019).
