Perawat Federation of International Council of Nurses (ICN) melaporkan ada lebih dari seribu perawat di seluruh dunia yang meninggal akibat terinfeksi Covid-19, Jumat (18/9/2020).
Federasi, yang mengawasi 130 asosiasi perawat di seluruh dunia, percaya bahwa jumlah kematian perawat sebenarnya lebih tinggi daripada yang tercatat, karena tidak ada catatan data statistik global yang lengkap dan sistematis.
Menurut laporan ICN per 14 Agustus 2020, angka kematian perawat dari 44 negara akibat Covid-19 sebanyak 1.097 orang. Brasil menempati daftar tertinggi, ada 351 perawat meninggal, disusul Meksiko dengan 212 perawat meninggal. ICN juga mencatat dari 32 negara terdapat 572.478 tenaga medis yang terinfeksi Covid-19.
Presiden ICN Annette Kennedy mengatakan masih banyak perawat di seluruh dunia yang mungkin terinfeksi virus corona dan penyakit lain yang terkait dengan Covid-19.
“Perawat dan tenaga medis lainnya masih terpapar Covid-19 dan semua risiko terkait, termasuk kekerasan dan prasangka, penyakit mental, infeksi, dan dalam apa yang sekarang kami yakini mungkin ribuan kasus, membuat pengorbanan pamungkas dengan membayarnya dengan uang tunai. hidup mereka,” kata Annette. dilansir dari Cnnindonesia.com, Kamis (17/9/2020).
Annette juga menyatakan bahwa perawat sering diremehkan dan dibayar rendah. Dia juga mendesak pemerintah untuk memperbaiki situasi, yang dia gambarkan sebagai skandal.
Komunitas yang terdiri dari sekitar 20.000 perawat itu juga mengkritik pemerintah yang kurang melindungi perawat dan tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19.
Sementara itu, organisasi hak asasi manusia Amenesty International melaporkan, per 3 September 2020, sekitar 7.000 tenaga medis telah meninggal dunia akibat Covid-19.
