Desember 1, 2022

Presiden Joko Widodo yang selama ini mendorong pembangunan infrastruktur mengaku bingung dan mempertanyakan banyaknya bandara di Indonesia yang berstatus bandara internasional.

Menurutnya, saat ini terdapat 30 bandara berstatus bandara internasional yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ini untuk kita lihat lagi. Saat ini ada 30 bandara internasional, apakah perlu sebanyak ini?” kata Jokowi dalam rapat terbatas ‘Penggabungan BUMN Bidang Penerbangan dan Pariwisata’ di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Dikutip dari Kompas.com. Meski rajin mengkaji pembangunan bandara Kulon Progo yang tak lepas dari konflik lahan dengan warga, Jokowi mengatakan 90 persen lalu lintas penerbangan saat ini hanya terfokus pada empat bandara internasional.

Artinya, kuncinya ada di empat bandara ini, Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur dan Kualanamu di Sumatera Utara,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menilai hanya ada delapan bandara yang berpotensi menjadi hub dan superhub. Potensi tersebut dilihat berdasarkan pembagian fungsi menurut letak geografis dan juga karakteristik wilayah.

“Kita harus berani menentukan bandara yang berpotensi menjadi hub internasional dengan pembagian fungsi sesuai letak geografis, serta karakteristik wilayah,” kata Presiden Jokowi.

“Saya mencatat delapan bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan super hub, lagi Ngurah Rai, Soekarno Hatta, Kualanamu, Yogyakarta, Balikpapan, Hasanuddin (Sulawesi Selatan), Samratulangi (Sulawesi Utara) dan Juanda di Surabaya,” pungkas Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *