Desember 1, 2022

Hong Kong, Minggu (17/11/2019), memperingati Hari Pahlawan, AKU Indonesia menggelar diskusi nasional bersama aktivis reformasi, Budiman Sudjatmiko dan Sekjen Innovator 4.0 Indonesia, Teddy Tri.

Dalam acara yang mengangkat tema “Peran masyarakat dalam menanggulangi ancaman radikalisme, terorisme, dan separatisme terhadap NKRI”, nara sumber memaparkan bagaimana pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia melalui inovasi dan teknologi ditawarkan sebagai solusi nyata. dalam menangani radikalisme dan terorisme.

Budiman menyatakan bahwa radikalisme tidak dipengaruhi oleh kecerdasan individu maupun tingkat pendidikannya. Di sisi lain, ia menyimpulkan bahwa keadaan ekonomi bangsa yang buruk merupakan salah satu pemicu individu untuk mencari sistem kenegaraan baru yang mereka anggap mampu memberikan kesejahteraan.

Budiman dan Teddy juga menjelaskan bagaimana Pekerja Mingran Indonesia (PMI) dapat berpartisipasi dalam hal ini dengan terus mencintai desa, berinvestasi di desa dan membangun kemajuan dari desa. Membawa kemajuan dan ilmu yang didapat di negara penempatan untuk memajukan tempat asal.

Selain itu, Budiman juga menekankan pentingnya kita mampu mengikuti perkembangan teknologi dalam menghadapi gegar budaya dan literasi digital, terutama paham radikalisme yang disebarkan secara efektif, intensif dan terarah melalui teknologi terkini.

Diskusi yang dimediasi oleh Nurul Qoriah ini juga memberikan kesempatan kepada peserta yang hadir untuk
langsung bertanya kepada nara sumber tentang tema hari ini.

Turut hadir perwakilan KJRI Erwin Akbar. Dalam sambutannya beliau menyampaikan himbauan kepada hadirin serta seluruh WNI di Hongkong untuk tetap waspada di tengah situasi Hongkong saat ini. Ia juga menyarankan agar warga Indonesia lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi. Selain itu, Erwin meminta warga Indonesia untuk segera menghubungi Hotline KJRI jika ada masalah.

Acara yang juga bertepatan dengan Dies Natalis ke-3 I’m Indonesia ini, Michael Cheng selaku ketua koordinator mengajak hadirin untuk bisa mengingat kembali sejarah awal bangsa. Yang tetap penuh kerukunan di tengah perbedaan, mengingat Indonesia adalah negara yang terbentuk dari berbagai suku, ras dan agama dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *