Meski Macau berbatasan dengan Hong Kong dan secara administratif kedua negara sama-sama bagian dari China, namun kedua negara memiliki pandangan yang berbeda. Hong Kong adalah bekas jajahan Inggris sedangkan Makau pernah dijajah oleh Portugis.
Berikut beberapa keunikan yang muncul di Makau;
° Bahasa yang digunakan di fasilitas umum adalah bahasa Portugis dan Cina
Tulisan Portugis dan Cina mendominasi di berbagai tempat seperti rambu-rambu jalan, peta, nama toko, bahkan semua informasi umumnya ditulis dalam bahasa Portugis terlebih dahulu. Sangat penting bagi siapa saja yang ingin mengunjungi Makau untuk mengetahui rute tujuan dan mengetahui transportasi terlebih dahulu.
Uniknya, meskipun fasilitas umum ditulis dalam bahasa Portugis dan ditulis dalam bahasa Cina, jika kita menyimak dengan seksama percakapan mayoritas penduduk saat berada di tempat umum, mereka akan berkomunikasi dalam bahasa Kanton dan Mandarin. Bahasa resmi di Makau adalah bahasa Kanton dan Portugis.
Diperkirakan saat ini hanya 3% yang berbicara bahasa Portugis. Bahasa Portugis masih digunakan untuk hukum dan jurnalisme. Macau memiliki pers Portugis, termasuk: media cetak, TV dan radio.
Nama jalan di Makau ditandai dengan warna biru dan putih, yang merupakan simbol pengaruh Portugis yang masih ada sampai sekarang.
° Mudah untuk menemukan bangunan peninggalan Portugis
Makau adalah wilayah yang merupakan bagian dari koloni Portugis (1557 – 20 Desember 1999). Tak heran jika bangunan bergaya Portugis mendominasi berbagai tempat di Makau.
Di bawah kekuasaan Portugis selama lebih dari 400 tahun, kota Makau akhirnya menjadi kota unik yang merupakan hasil perpaduan budaya timur dan barat.
Di Macau, kita akan menemukan banyak bangunan neo-klasik dengan warna-warna pastel yang dibangun pada masa kolonial. Sebagian besar bangunan ini merupakan bagian dari sejarah Makau, yang menjadi “Warisan Dunia UNESCO” pada tahun 2005.
“Paving Bergelombang” atau paving yang bergelombang unik yang dipasang pada awal 1990-an, paving ini awalnya berasal dari pecahan pecahan gerabah dari kapal pelaut.
° Ada “zebra cross” dan sepeda motor di mana-mana
Tata letak kota di Makau memiliki banyak gang atau persimpangan jalan, sehingga terdapat banyak zebra cross di setiap jalan.
Jika kita berkunjung ke Makau, kita akan melihat banyaknya sepeda motor di sepanjang jalan. Setidaknya 2/3 penduduk lokal di Makau berkeliling kota dengan sepeda motor atau sepeda.
Meskipun lalu lintas padat dan kemungkinan pejalan kaki dapat dengan mudah ditabrak oleh kendaraan yang datang, sebagian besar pengemudi mobil atau sepeda motor mengemudi dengan hati-hati dan membiarkan kami menyeberang jalan terlebih dahulu. Kemanapun kita pergi, kita akan melihat ratusan sepeda motor yang terparkir di sudut-sudut jalan membuat tempat ini sangat sejuk.
° Jemuran sering terlihat di luar jendela rumah.
Baik besar atau kecilnya ukuran rumah di Makau, orang cenderung lebih suka menjemur pakaian di luar jendela rumah masing-masing. Pemandangan ini menambah nilai keharmonisan antar perumahan yang ada.
° Variasi Makanan
Makanan di Makau adalah campuran rempah-rempah Cina dan Portugis. Makanan seperti “bacalao” sangat mudah ditemukan. Salah satu hidangannya yang terkenal, Portugis Egg Tarts, berdasarkan tradisi Portugis “pastel de nata”, segera diadopsi sebagai spesialisasi di Makau.
° Las Vegas dari Timur
Makau juga dikenal sebagai Las Vegas-nya Asia, dan merupakan salah satu kota di China yang melegalkan kasino. Hal ini karena pada tahun 1844, Portugis telah melegalkan perjudian dan kasino di Makau, kemudian Makau diberikan status daerah administrasi khusus setelah buku pegangan dari Portugis diberikan kepada Tiongkok pada tahun 1999. Artinya perjudian dan kasino diizinkan untuk ada. .
