Desember 1, 2022

????????????????????????????????????

Bertempat di Causeway Bay, ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) yang tergabung dalam Perhimpunan Migran Muslim Indonesia di Hongkong (GAMMI-HK), pada Minggu (22/11) merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal. 1442 H, Selasa (24/11). /11/2020).

Acara yang mengusung tema “Raih Cinta Allah dan Rasulullah Dengan Menjadi Teladan yang Baik dan Saling Peduli” ini selain menjadi wadah berkumpulnya para TKI yang datang dari berbagai latar belakang, dan juga diisi dengan lomba dan kegiatan lainnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Biasanya kami melakukan kegiatan seperti ini di Victoria Park Grassland, Causeway Bay, namun karena pada masa pandemi ini kami harus lebih berhati-hati dan menjaga social distancing, makanya kami memilih tempat di bawah jembatan ini yang tidak terlalu ramai. rakyat. Dan saya harus tinggal di tempat ini sejak tadi malam setelah selesai bekerja di rumah majikan. Karena kalau pagi tidak ditempati akan diisi teman-teman yang juga mencari tempat yang sepi untuk beraktivitas atau sekedar untuk istirahat,” jelas Dinda yang menjadi panitia acara.

Menurut Dinda, meski banyak PMI yang kesulitan mencari tempat liburan dan istirahat di hari Minggu, karena pemerintah telah memperketat larangan berkumpul tidak lebih dari empat orang dalam setiap kelompok, mereka tidak akan kehabisan cara untuk menghemat biaya. mereka dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan kesehatannya.

“Terus jaga silaturahmi antar TKI di Hongkong dan jangan lelah terus bersatu agar tidak mudah diadu domba oleh pihak manapun atau siapapun, karena perjuangan kita masih cukup panjang untuk mencontoh perjuangan Rosul membebaskan TKI. tertindas, seperti buruh migran yang selalu didiskriminasi dan dieksploitasi oleh orang lain, banyak pihak,” jelas Rossy Mansyur, ketua GAMMI.

Menurut Rossy, meski ada ratusan PMI yang hadir dalam acara tersebut, pihaknya tetap mengawal yang datang agar tetap tertib dalam menjalankan protokol kesehatan, dengan cara setiap yang datang wajib menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan wajib menjaga kebersihan. makan dengan piring mereka sendiri dan menjaga jarak sosial.

“Karena kita memiliki konsolidasi yang tinggi antar anggota, maka walaupun kita jarang melakukan pertemuan tatap muka di masa pandemi, kita tetap memberikan pembekalan dan pembelajaran melalui media sosial Facebook, untuk memenuhi kebutuhan teman-teman yang membutuhkan pendidikan jarak jauh,” tambah Rossy.

Salah satu rombongan kontestan 8 PMI yang membawa pulang piala dan piagam kemenangan mengaku sangat senang dan bangga, karena meski hanya berlatih sebentar menggunakan media massa dan layanan internet, mereka berhasil menjadi juara di dzi’ lomba salat bai’ah.

“Kami sangat senang, karena kami mempelajarinya secara tiba-tiba dan baru dimulai minggu lalu. Saya juga senang mengikuti kompetisi atau belajar hal baru untuk menambah pengetahuan. Walaupun waktu saya hanya sedikit, karena sebagian besar digunakan untuk bekerja di rumah majikan saya, saya tetap semangat belajar dan berjuang,” jelas Nur dari Majelis Tilawatil Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *