Desember 1, 2022

Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tergabung dalam organisasi ISP (Start Stock Investor) Hong Kong menggelar acara bulanan Kopdar (Land Coffee) di Tsim Sha Tsui, Minggu (16/6/2019).

ISP yang merupakan organisasi keuangan yang dibentuk pada tahun 2018 ini merupakan wadah bagi para anggotanya untuk belajar berinvestasi saham dan meningkatkan kekuatan ekonominya di Indonesia.

“Kami selalu bilang Indonesia dikuasai asing. Tapi kami sendiri tidak mau menguasai Indonesia,” kata Diana, Deputy Chairman ISP Hong Kong kepada Migran Pos, Minggu (16/6/19)

Menurut Diana, selain sebagai cara untuk menunjukkan rasa nasionalisme, ISP diharapkan mampu memberikan edukasi agar PMI tidak lagi mudah terjerat investasi curang.

“Secara pribadi, ini adalah investasi legal. Ada perlindungan hukum dari Indonesia juga jelas. Saya masuk dari 2017-2019. Alhamdulillah sudah merasakan manfaatnya,” kata Diana, Minggu (16/6/2019).

Lebih lanjut Diana mengatakan, untuk bergabung dengan ISP tidak diperlukan biaya pendaftaran dan Anda bisa mengikuti panduannya melalui aplikasi WhatsApp. Hal ini sebagai antisipasi dan solusi karena PMI sering menemui kendala pada hari libur untuk mengadakan pertemuan masyarakat secara rutin setiap bulannya.

ISP sendiri berdiri setelah seminar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Pegadaian, Perbankan, dan BPJS Ketenagakerjaan yang dilakukan oleh KJRI pada 29 September 2018 tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *