Desember 1, 2022

Ada harga yang harus dibayar untuk tampil cantik dan sempurna dalam kompetisi fashion show. Namun, peragaan busana bukan hanya kompetisi kecantikan, tetapi juga kompetisi kepercayaan diri dan mengasah bakat di atas panggung catwalk.

Fenomena pertunjukan busana PMI Hong Kong

Fenomena persaingan busana antar pekerja migran di Hong Kong semakin menjamur. Bahkan, hampir setiap minggu ada kompetisi fashion show, baik yang diadakan oleh organisasi maupun perorangan. Kategori yang dilombakan pun semakin beragam.

Untuk terjun ke dunia fashion, tak hanya bermodal cantik dan menguasai catwalk. Namun kita juga harus siap menanggung biaya untuk mempercantik penampilan. Biaya yang dikeluarkan biasanya untuk make up, sewa baju dan aksesoris serta pendaftaran lomba.

Dalam perlombaan fashion show, ada beberapa kategori lomba. Namun secara umum ada dua kategori, yaitu kategori casual dan glamorous. Biaya yang dikeluarkan berbeda. Untuk kategori casual, make-up dan pakaian yang digunakan lebih sederhana.

Untuk mengikuti peragaan busana gaya kasual, dana yang dikeluarkan sekitar HK$ 300-HK$ 500. Biaya tersebut meliputi biaya make-up, biaya pendaftaran kompetisi dan sewa pakaian. Untuk kategori ini, ada yang menggunakan pakaian koleksi pribadi. Sedangkan biaya untuk riasan kasual berkisar antara HK$ 100-HK$ 300.

“Untuk kategori kasual, biaya sewa baju sekitar HK$500, kadang pakai baju sendiri, biayanya lebih murah sekitar HK$300,” kata Fanny Nabilla, PMI dari Lampung, Jumat (3/8/2019).

Lain lagi dengan kompetisi kategori glamor. Untuk berpartisipasi dalam kompetisi jenis ini akan membutuhkan biaya lebih. Hal ini dikarenakan biaya make up dan sewa baju lebih mahal dibandingkan kategori casual. Tidak semua kontestan memiliki koleksi busana glamor. Biasanya untuk sekali pertunjukan akan dikenakan biaya antara HK$700-HK$1,500.

“Kalau kebaya dari desainer yang disewa sekitar HK$800, biaya make up dan aksesorisnya sekitar HK$500,” kata Kanjeng Ratu, PMI yang tinggal di Wong Tai Sin, Kamis (3/7/2019).

Mahalnya biaya mengikuti suatu kompetisi, dapat kita simpulkan bahwa untuk bisa tampil cantik dan sempurna, kita harus berani mengeluarkan biaya. Lalu, apa sih arti kecantikan itu? apakah harus mahal dan mewah untuk menjadi cantik?

Definisi dan ukuran yang indah

Ada beberapa pendapat tentang pengertian kecantikan, dan ukuran bagaimana seorang wanita bisa dikatakan cantik.

Kecantikan adalah sesuatu yang relatif. Bahkan kita juga sepakat bahwa semua wanita cantik secara fisik. Dan hanya keindahan hati yang akan benar-benar membedakan satu sama lain, dilansir IDN Times (18/11/2017).

Menurut The Truth About Beauty, kecantikan adalah segala sesuatu yang menarik secara seksual bagi pria.

Menurut survei yang dilakukan Sindo News, sejak 25 Januari 2017 hingga 9 Februari 2017, melalui wawancara di beberapa kota besar di Indonesia. Ukuran yang indah adalah; ramah dan murah senyum, pintar, kulit putih bersih, lesung pipit, tubuh tinggi, langsing, rambut panjang, kulit eksotis (warna gelap), bulu mata panjang, mata cerah dan bersinar.

Jadi bisa disimpulkan, bahwa ukuran yang indah tidak harus mahal dan mewah. Kecantikan tergantung penilaian seseorang terhadap kita. Dan setiap individu pasti memiliki sisi cantik meski terlihat sederhana.

Wanita harus tetap terlihat cantik

Seorang wanita dituntut untuk selalu tampil cantik. Ada beberapa alasan mengapa wanita tetap harus tampil cantik.

Menurut Deny, ada hubungan antara kecantikan, kesehatan, dan kebersihan. Itulah mengapa wanita harus terlihat cantik.

“Kecantikan terlihat bersih, bersih itu sehat, sehat itu segar, segar itu enak dipandang,” kata Deny PMI yang tinggal di Lok Fu, Kamis (28/3/2019).

Semua wanita pada umumnya ingin tampil cantik. Kecantikan wanita juga menggambarkan bagaimana kita mencintai diri kita sendiri

“Wajar jika seorang wanita ingin tampil cantik, jika tidak ingin terlihat cantik berarti dia tidak peduli dan tidak mencintai dirinya sendiri,” kata Erica, PMI dari Ponorogo, Kamis (28/ 03/2019).

Pendapat lain, bahwa kecantikan adalah dambaan setiap wanita.

“Karena kecantikan adalah dambaan setiap wanita, juga impian para pria,” kata Ayumi PMI yang sudah dua tahun bekerja di Hongkong, Kamis (28/03/2019).

Melawan kecantikan atau kepercayaan diri.

Dengan mengikuti kompetisi fashion show yang memakan banyak biaya, apakah bisa membuat kita cantik, atau hanya sekedar ajang pembuktian rasa percaya diri?

Menurut Kesi, mengikuti fashion show merupakan kesempatan untuk membuktikan kepercayaan diri seseorang agar bisa tampil dan menampilkan kreasinya.

“Saya kira peragaan busana adalah kontes Percaya Diri, karena dengan percaya diri saya bisa menguasai penampilan, dan saya juga sering menampilkan kreasi saya sendiri,” kata Kesi Hidayah, Pemenang Miss Smartone 2017-2018, Jumat (29/03). 2019).

Peragaan busana merupakan kompetisi kepercayaan diri, karena jika disebut kontes kecantikan, mereka yang merasa tidak cantik tidak akan mendaftar untuk mengikuti kompetisi tersebutn.

“Ini lomba percaya diri tentunya karena kalau ada beauty contest yang merasa tidak cantik, tidak mau mendaftar lomba tersebut,” kata Wardah Syakira, PMI yang pernah mengadakan lomba fashion show. Jumat (29/03/2019).

Studio kembar percaya bahwa peragaan busana adalah kesempatan untuk mengasah rasa percaya diri, melatih mental, dan juga mengasah bakat.

“Lomba fashion sebenarnya untuk mengasah kreativitas dan kepercayaan diri, melatih mental dan mengasah bakat,” ujar Sanggar Kembar, PMI yang pernah menggelar pawai seni di Hong Kong, Jumat (29/03/2019).

Fashion   show adalah acara untuk mengasah rasa percaya diri. Salah satu wadah untuk menunjukkan kreativitas, mengasah mental dan menunjukkan kemampuan di bidang catwalk. Keindahan yang ditampilkan merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk menunjang kesempurnaan sebuah penampilan di atas panggung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *