by

Hong Kong Pecahkan Rekor: 113 Ribu Orang Melakukan Test COVID-19 Dalam Waktu 2 Hari

Setelah diumumkannya perintah Wajib Test COVID-19 untuk semua pekerja rumah tangga (PRT) migran, pejabat pemerintahan mengatakan Hong Kong memecahkan rekor 113.000 orang menyerahkan spesimen untuk pemeriksaan virus korona dalam waktu dua hari, Senin (3/5/2021).

Dilansir RTHK, antrean panjang terbentuk di 21 pusat pengujian komunitas dan 35 pusat pengumpulan spesimen seluler setelah serangkaian deklarasi pengujian wajib sebagai usahaa menghentikan strain mutan dari virus korona dikeluarkan pemerintah.

Sebagian besar dari orang yang mengantre adalah PRT migran yang telah diinstruksikan untuk mengikuti wajib tes selambat-lambatnya tanggal 9 Mei. Sekitar 52.000 PRT migran mengikuti test pada hari Sabtu, yang merupakan hari libur umum, dan antrean menjadi lebih banyak pada hari Minggu, yang merupakan hari istirahat reguler bagi mayoritas PRT migran.

Seorang juru bicara pemerintah mengakui bahwa menguji total 370.000 sampel liur akan “menimbulkan tantangan pada kapasitas pengujian lokal dalam jangka pendek.”

Pihak berwenang mengatakan bahwa per pukul 18:00 pada hari Minggu, 54.000 sampel yang telah diproses tanpa ditemukan infeksi positif awal.

“Untuk kasus lokal dengan sumber infeksi yang tidak diketahui yang melibatkan strain mutan, pemerintah harus tegas dalam mengadopsi pengujian ketat dan tindakan karantina, dengan tujuan untuk memotong rantai penularan secepat mungkin. Jika tidak, seluruh masyarakat harus menanggung akibat yang signifikan saat terjadi wabah besar,” kata juru bicara pemerintah seperti dikutip RTHK.

Pemerintah Hong Kong menghadapi kritik atas perintah wajib test dan imbauan untuk mewajibkan vaksinasi guna perpanjangan visa. Beberapa kelompok advokasi pekerja rumah tangga dan pejabat di konsulat Filipina mengatakan bahwa para PRT migran sedang distigmatisasi.

Namun juru bicara pemerintah Hong Kong mengatakan mereka memerintahkan tes hanya atas dasar kesehatan masyarakat setelah dua kasus terpisah di mana PRT migran didiagnosis dengan varian Covid.

News Feed