by

Pemerintah Hong Kong Mengunci Sebagian Wilayah Jordan Selama 48 Jam

-Berita, Hong Kong-1,138 views

Pada pukul 4 pagi ini, pemerintah Hong Kong mengumumkan lockdown atau penguncian terbatas sekitar 200 bangunan yang membentang dari Jalan Woosung di timur, Jalan Nanking di selatan, Jalan Baterai di barat, hingga Jalan Kansu di utara. Akibatnya, lebih dari sepuluh ribu warga di Jordan akan dikurung selama 48 jam di rumah mereka, Sabtu (23/1/2021).

Dilansir laman resmi pemerintah, di bawah pengaturan tersebut, warga harus tetap tinggal di rumah mereka dan menjalani tes wajib. Tidak ada yang diizinkan untuk meninggalkan area yang dikunci sampai semua orang di area tersebut menjalani test Covid-19 dan dinyatakan negatif.

Menurut pemerintah, penguncian bertujuan untuk mencapai nol kasus di daerah tersebut, dan diperkirakan akan selesai dalam waktu 48 jam sehingga penduduk dapat diizinkan kembali bekerja mulai sekitar pukul 6 pagi pada hari Senin lusa.

Area yang terkena dampak, penuh dengan bangunan tua dan flat terbagi, hampir 500.000 kaki persegi dan tumpang tindih dengan zona pengujian wajib yang ditetapkan awal pekan ini.

Pada dini hari hari ini, polisi menutup area “terlarang” yang sebagian akan digunakan untuk mendirikan 51 stasiun pengambilan sampel sementara. Semua warga akan dikelompokkan untuk menjalani tes asam nukleat, di mana akan diambil usap tenggorokan dan rongga hidung.

Warga dengan hasil tes negatif akan diizinkan meninggalkan gedung mereka hanya setelah penguncian terbatas dicabut. Bahkan mereka yang dites negatif akan diminta untuk tinggal di rumah sebanyak mungkin.

Pada pukul 7 pagi hari ini, petugas yang mengenakan alat pelindung telah menyiapkan loket untuk pendaftaran di pos pemeriksaan. Sedangkan petugas dari layanan disiplin lainnya yaitu bea cukai, layanan pemadam kebakaran, layanan pemasyarakatan, dan imigrasi, disiapkan untuk memulai inspeksi dari pintu ke pintu dengan petugas kesehatan.

Sekretaris Makanan dan Kesehatan Sophia Chan Siu-chee mengatakan tindakan itu diperlukan setelah 162 kasus yang dikonfirmasi ditemukan di 56 blok perumahan di distrik Yau Tsim Mong antara 1 Januari dan 20 Januari.

Chan mengatakan pihak berwenang tidak akan mengesampingkan pengujian wajib kedua di daerah tersebut, karena beberapa pasien mungkin tidak dapat diidentifikasi dalam dua hari ini mengingat masa inkubasi virus.

Tetapi pihak berwenang masih harus memeriksa faktor-faktor seperti jumlah kasus yang dikonfirmasi dan pengambilan sampel virus dari limbah, dan penguncian mungkin tidak diperlukan pada saat itu.

Chan menambahkan, penguncian juga mengamanatkan mereka yang telah tinggal selama lebih dari dua jam di “area terlarang” dalam 14 hari terakhir untuk melakukan tes wajib sebelum tengah malam pada hari Sabtu, bahkan jika mereka tidak berada di area penguncian setelah tindakan tersebut berlaku.

Menteri Lingkungan Wong Kam-sing mengatakan pengawasan limbah sebelumnya dengan Universitas Hong Kong menunjukkan bahwa sekitar 90 persen bangunan di daerah yang ditargetkan telah dinyatakan positif.

Ditanya mengapa tindakan tersebut mulai berlaku pada pukul 4 pagi, Sekretaris Dalam Negeri Caspar Tsui Ying-wai menyatakan bahwa periode pemberitahuan singkat tersebut adalah untuk mencegah warga meninggalkan daerah tersebut, dan menekankan bahwa warga yang pernah ke daerah tersebut juga harus mengikuti tes. Namun berita tentang tindakan tersebut bocor menjelang pengumuman kemarin, memberi waktu bagi sebagian warga untuk meninggalkan daerah itu lebih awal.

Menurut Tsui, sekitar 3.000 staf yang tersebar di berbagai departemen telah dikerahkan dalam penguncian ini, yang diperkirakan akan mencakup lebih dari 1.700 polisi dan petugas layanan disiplin lainnya.

Tsui menambahkan banyak bangunan di daerah itu “tiga nol” – tanpa perusahaan pemilik, organisasi penduduk atau perusahaan pengelola properti – dan memiliki kondisi kebersihan yang buruk, petugas akan mendisinfeksi daerah tersebut secara menyeluruh setelah penguncian.

Pejabat dari Departemen Dalam Negeri akan mengantarkan makanan untuk warga panti jompo di daerah tersebut, sementara staf yang berbicara bahasa seperti Nepal akan dikirim ke daerah di mana banyak etnis minoritas tinggal.

Selain itu, Departemen Dalam Negeri telah menyiapkan hotline 2399 6949 dan 2835 1473, serta menyediakan hotline 3755 6816 khusus untuk etnis minoritas.

News Feed