by

25 CPMI Tertipu Agen yang Berjanji Akan Memberangkatkannya ke Taiwan dan Polandia

Melalui laman resminya, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengatakan pada Sabtu (17/10) telah melakukan aksi penggerebekan tempat penampungan ilegal Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), di tiga lokasi yang dijadikan rumah penampungan untuk 25 CPMI yang akan diberangkatkan ke negara tujuan Taiwan dan Polandia, Senin (19/10/2020).

Menurut Kepala BP2MI Benny Rhamdani, lokasi penampungan CPMI non prosedural tersebut terletak di Perumahan Roro Cantik, Plumbon, Desa Karangasem dan Perumahan Kejuden di wilayah Plumbon Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Benny menjelaskan, BP2MI mendapatkan laporan adanya penampungan ilegal dari LSM, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang mengatakan ada beberapa calon PMI yang akan diberangkatkan secara non prosedural.

“Penampungan yang kami temukan ini ilegal, karena perseorangan tidak boleh melakukan penampungan kepada calon PMI. Kami perihatin tempat penampungan dengan keadaan yang sangat tidak layak kotor dan berbau, ini menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Benny

Dari hasil pendataan yang dilakukan petugas pemerintah tersebut, para calon PMI telah berada dipenampungan tersebut selama dua bulan, bahkan sebagian dari mereka telah menunggu diberangkatkan lebih dari setahun, dan selalu dijanjikan akan akan segera diberangkatkan ke Taiwan dan Polandia.

“Intinya adalah, kedatangan kita malam ini untuk membuktikan bahwa upaya-upaya pengiriman para calon PMI ke negara-negara penempatan, selalu ada pihak-pihak tertentu yang mempermudah proses dan melakukan penghematan atas biaya yang menjadi kewajiban yang harus dikeluarkan perusahaan tapi dengan cara mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari CPMI itu sendiri,” kata Benny.

Berdasarkan keterangan dari ke 25 CPMI yang berada di penampungan ilegal tersebut, mereka rata-rata dimintai sejumlah uang yang berkisar antara Rp 45 juta sampai Rp 52 juta, dengan alasan sebagai biaya dan proses keberangatan ke negara tujuan. Menurut BP2MI, pihaknya telah menyita berkas yang akan dijadikan bukti dan akan segera diproses secara hukum, karena menurut Benny tindakan pemilik penampungan ilegal tersebut telah menyalahi aturan undang-undang yang berlaku.

Dari hasil operasi tersebut, BP2MI akan membawa enam korban yang menjadi calon pekerja migran ilegal dan telah lama berada di tempat tersebut. “Kita bawa enam orang yang sudah dijanjikan satu tahun lamanya akan berangkat ke luar negeri, akan kita kembangkan pemeriksaannya di kantor BP2MI,” papar Benny.

Benny mengatakan, siapapun yang mencoba melakukan tindak pidana perdagangan orang, siapapun mereka apakah pemilik modal atau oknum-oknum tertentu yang memiliki kekuasaan, BP2MI tidak akan pernah takut dan tidak akan menghentikan peperangan kepada sindikat pengiriman ilegal PMI.

“BP2MI akan menjadi mimpi buruk bagi siapapun mereka, Negara tidak boleh kalah, Negara hadir dan hukum harus bekerja. Negara hadir, BP2MI memberikan perlindungan bagi PMI sebagaimana perintah Presiden lindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki,” tegas Benny

News Feed