by

Gara-gara Virus Babi Afrika, 6.000 Ekor Babi di Rumah Jagal Sheung Shui Dimusnahkan

Departemen Kebersihan Makanan dan Lingkungan serta pejabat kesehatan menyatakan rumah jagal atau tempat pemotongan babi di Sheung Shui sebagai daerah terinfeksi setelah ditemukannya kasus demam babi Afrika pada babi yang diimpor dari daratan pada hari Jumat.

Oleh karena itu mereka mengatakan ribuan ekor babi di rumah jagal tersebut harus dibunuh dan tempatnya didesinfeksi untuk menghentikan penyebaran penyakit ke peternakan lokal lainnya.

Dilansir The Standard, sekitar 3.000 ekor babi diperkirakan akan dimusnahkan hari ini, Senin (13/5/2019), sisanya akan dibunuh besok dan semua mayat babi akan dibuang di TPA Ta Kwu Ling. S

ebelumnya dilaporkan RTHK, untuk menggagalkan kegiatan pemusnahan ribuan ekor babi, belasan orang pedagang babi melakukan protes. Meski para pedagang telah diberitahu bahwa mereka akan menerima kompensasi dengan nilai pasar, tetapi beberapa orang berpendapat adalah tindakan salah untuk memusnahkan semua babi yang belum terinfeksi penyakit.

Sekretaris Pangan dan Kesehatan Sophia Chan memperingatkan para peserta protes bahwa mereka akan melanggar hukum jika berusaha mencegah dan menghalangi usaha pemusnahan.

“Adalah ilegal jika mereka menghentikan orang-orang di rumah jagal untuk memusnahkan babi karena kami telah mengeluarkan keputusan melalui undang-undang bahwa rumah jagal Sheung Shui adalah daerah yang terinfeksi. Jadi pertama-tama, kita harus memusnahkan 6.000 ekor babi, dan kedua kita harus membersihkan dan mendisinfeksi situs agar pasokan berikutnya dari Tiongkok dan tempat-tempat lain masuk,” kata Shopia Chan seperti dikutip RTHK.

Virus demam babi Afrika telah menghancurkan persediaan daging babi di Tiongkok sejak kasus pertama dicatat pada Augustus 2018. Menurut beberapa perkiraan, satu juta babi telah dimusnahkan akibat penyakit yang mematikan bagi babi tetapi tidak mempengaruhi manusia tersebut.

News Feed