by

Kemenlu: Gaji Tinggi dan ‘Uang Muka’ Jadi Modus Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengungkap sejumlah modus yang kerap digunakan oleh sindikat pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) untuk menjerat korbannya. Modus tersebut berupa iming-iming gaji tinggi dan uang muka atau uang panjar, Rabu (7/4/2021).

“Iming-iming gaji yang fantastis di luar negeri sudah menjadi salah satu modus pelaku untuk menjerat korbannya,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemenlu Judha Nugraha para webinar bertajuk “Tren, Pola dan Mekanisme Penanganan TPPO” yang disiarkan secara virtual pada hari Selasa (6/4/2021).

Selain modus iming-iming gaji tinggi, modus yang kerap digunakan pelaku TPPO dan calo adalah memberikan uang muka atau uang panjar kepada korban. Pada saat pemberian uang biasanya korban masih di desa atau di rumahnya dan belum memastikan akan berangkat keluar negeri atau tidak.

Namun karena terbujuk dan uang panjar sudah diberikan, korban akhirnya merasa terikat dan mau tidak mau akan mengikuti apa kata pelaku/ calo.

Menurut Judha, ketika sesampainya di luar negeri, korban tidak akan mendapatkan atau menerima apa-apa yang sudah dijanjikan dari awal oleh pelaku. Sementara saat Itu posisi korban sudah sulit untuk kembali pulang ke kampung halaman karena terikat uang panjar. Setidaknya korban akan diharuskan membayar sejumlah uang beserta uang panjar jika tetap ingin balik ke tanah air.

Dengan banyaknya kasus dan modus yang digunakan pelaku, Kemenlu berharap masyarakat lebih paham dan mewaspadai TPPO.

Comment

News Feed