by

Korea Selatan Tinjau Ulang Test Massal Covid-19 Untuk Pekerja Migran yang Dianggap Diskriminatif dan Rasis

Menanggapi adanya keluhan tentang diskriminasi dan rasis, Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Korea Selatan meninjau ulang keputusan pejabat kesehatan untuk mewajibkan tes virus korona untuk semua pekerja migran di ibu kota Seoul dan provinsi terdekat, Sabtu (19/3/2021).

Dilansir AP, Ketua komisi, Choi Young Ae, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat kemarin bahwa pihaknya berencana untuk mengeluarkan “penilaian cepat” tentang apakah tindakan tersebut diskriminatif dan melanggar hak atau tidak.

Jika komisi menyimpulkan bahwa tindakan tersebut diskriminatif, komisi dapat merekomendasikan pejabat pemerintah untuk mengubah kebijakan atau undang-undang terkait. Tapi proposalnya tidak mengikat.

Menurut pemerintah Korsel, kampanye pengujian massal dilakukan sebagai tanggapan atas banyaknya kasus Covid-19 yang dialami pekerja migran berketerampilan rendah yang dipekerjakan di pabrik Gyeonggi, yang ditengarahi sering menghadapi kondisi kerja dan kehidupan yang sulit.

Kritikus mempertanyakan mengapa pihak berwenang mengamanatkan tes massal berdasarkan kebangsaan daripada secara khusus menargetkan orang-orang dengan kondisi kerja yang rentan.

Lim Sun Young, seorang pejabat dari komisi mengatakan lebih dari 20 orang, termasuk pekerja migran telah mengajukan keluhan kepada komisi atas kewajiban tes tersebut.

News Feed