by

Sepuluh PRT Migran Ditangkap Karena Terlibat Kasus Pencucian Uang dan Penipuan On-line

-Berita, Hong Kong-1,269 views

Sepuluh pekerja rumah tangga (PRT) Migran dan seorang warga Hong Kong telah ditangkap karena menerima pembayaran sebagai imbalan pembukaan rekening bank yang digunakan untuk mengumpulkan dan mencuci jutaan uang tunai hasil penipuan secara online, Kamis (21/1/2021).

Dilansir SCMP, pada hari Rabu (19/1), polisi menemukan puluhan rekening bank yang terlibat dalam skema dan dana yang diduga terkait dengan kasus penipuan online yang dilaporkan di dalam dan luar negeri.

“Penyelidikan awal menunjukkan jutaan dolar telah dicuci melalui rekening-rekening ini dan sebagian dari uang itu ditransfer ke Hong Kong dari luar negeri,” kata Ray Mo Siu-hei sebagai jurubicara Kepolisian Tuen Mun.

Mo mengatakan sejumlah kecil uang tertinggal di setiap rekening karena sebagian besar uang telah disalurkan dalam beberapa jam setelah transfer.

Menurut polisi, sindikat pencucian uang di balik rekening bank terungkap selama penyelidikan penipuan online ketika seorang wanita lokal ditipu hingga HK $ 2 juta (US $ 258.000) pada tahun lalu. Sejauh ini HK $ 310 juta merupakan penipuan bank Jepang terbesar sepanjang tahun untuk spesialis kejahatan online polisi.

Menurut kronologi kasus, seorang penipu internet, yang menyamar sebagai pengusaha Korea kelahiran Amerika, berteman dengan korban secara online pada pertengahan 2020. Setelah hubungan intim dengan korban yang merupakan warga Hong Kong itu secara online, tersangka menggunakan berbagai alasan untuk membuat korban memberikan uang.

“Penipu itu menyatakan bahwa dia sangat membutuhkan uang karena dia gagal dalam investasi. Dia juga memberi tahu korban bahwa dia akan pindah ke Hong Kong dari Amerika Serikat dan menikahinya, ” kata Mo.

Wanita yang bekerja sebagai pegawai di Hong Kong tersebut mentransfer HK $ 2 juta seperti yang diinstruksikan ke lebih dari 10 rekening bank dalam lusinan transaksi selama dua bulan sebelum kemudian menyadari bahwa dia telah ditipu setelah kehilangan kontak tersangka, dan melapor ke polisi September lalu.

Menurut kepolisian, uang hasil penipuan cinta itu ditransfer ke beberapa rekening bank yang dikuasai sindikat, yang telah bekerja sama dengan penipu internasional. Setelah mengidentifikasi tokoh inti sindikat dan beberapa pemegang akun, petugas meluncurkan operasi bernama Winclaim dan menahan 11 wanita dalam serangkaian penggerebekan di seluruh kota antara Rabu dan Senin pekan ini.

Mo mengatakan 10 orang tersangka adalah warga migran yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga, sedangkan tersangka kesebelas adalah warga Hong Kong.

“Salah seorang PRT migran diduga merupakan tokoh inti sindikat yang dituduh membujuk teman-temannya untuk membuka rekening bank dengan imbalan uang,” ujar Mo yang mengatakan operasi terus berlanjut dan penangkapan lebih lanjut mungkin akan dilakukan.

Dalam operasi yang sama, polisi juga menangkap geng lain yang dituduh menipu empat wanita dan satu pria senilai HK $ 2 juta sehubungan dengan penipuan investasi online tahun lalu. Geng tersebut berteman dengan target mereka di media sosial dan membujuk para korban untuk melakukan investasi melalui perusahaan palsu. Polisi menangkap sembilan pria dan dua wanita sehubungan dengan kasus tersebut.

Ke-22 tersangka dalam kedua kasus penipuan yang ditahan atas dugaan pencucian uang dan konspirasi penipuan, saat inj telah dibebaskan dengan jaminan dan menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Menurut catatan kepolisian Hong Kong, dalam 10 bulan pertama tahun 2020, polisi menangani 12.900 laporan penipuan, naik 94,2 persen dari 6.641 pada periode yang sama tahun 2019.

News Feed