by

Ratusan Warga Kwai Chung dan Jordan Dievakuasi dan Dikarantina oleh Pihak Berwenang Karena Ancaman Covid-19

Sehubungan dengan adanya beberapa warga yang terdeteksi terinfeksi Covid-19, ratusan orang yang tinggal di wilayah Kwai Chung dan Jordan dievakuasi dan dikarantina oleh pihak berwenang, Jumat (15/1/2021).

Dilansir dari The Standard, evakuasi dan karantina semua warga yang tinggal di unit 09, Yan Shek House, Shek Yam Estate di Kwai Chung dilakukan karena adanya kemungkinan transmisi virus Covid-19 secara vertikal melalui pipa air.

Setelah memeriksa gedung, ahli mikrobiologi terkemuka HKU Profesor Yuen Kwok-yung mengatakan beberapa orang dari unit “09” telah memodifikasi sistem drainase atau pipa bangunan, dan tanaman ditemukan tumbuh di sambungan pipa tersebut.

“Ini menunjukkan kemungkinan kebocoran pada pipa drainase, sehingga memungkinkan adanya transmisi (virus Covid-19) vertikal,” kata Yuen.

Penasihat pemerintah mengatakan tindakan mengirim semua warga yang terkena dampak ke tempat karantina selain sebagai upaya pencegahan juga guna menunggu sampai pihak berwenang selesai melakukan pemeriksaan dan memperbaiki pipa.

Sedangkan evakuasi dan karantina mendadak untuk semua warga yang tinggal di Reclamation Street, 20 – 26, Jordan dilakukan untuk menghentikan potensi risiko penyebaran virus lebih lanjut. Evakuasi dilakukan setelah Pusat Perlindungan Kesehatan mengumumkan bahwa mereka mendeteksi total 27 kasus dari 13 unit di area tersebut. Hingga Hari Kamis pagi (13/1) ada 79 orang lebih yang telah dikirim ke tempat karantina pemerintah.

“Mengingat unit dua digit di Reclamation Street 20-26 benar-benar terhubung satu sama lain, dengan penghuni yang berbagi bagian dari fasilitas umum, kami melihat kebutuhan untuk melakukan tindakan yang bijaksana dalam pengendalian infeksi,” kata juru bicara Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong seperti dikutip The Standard, Kamis (13/1/2021).

Menanggapi tindakan yang telah dilakukan pemerintah, Anggota Dewan Distrik Yau Tsim Mong Frank Ho Fu-wing mengecam pengaturan tergesa-gesa pihak berwenang, dengan mengatakan bahwa pemberitahuan dan evakuasi secara mendadak telah memicu ketakutan warga setempat dan publik.

News Feed