by

Cuaca Dingin Di HK Sebabkan Sembilan Orang Tewas

Pemerintah Hong Kong mengimbau warga masyarakat untuk memakai pakaian yang hangat di tengah penurunan suhu di wilayahnya, setelah empat orang lagi dinyatakan meninggal karena cuaca dingin saat ini. Total jumlah korban akibat cuaca yang ekstrim berkepanjangan dalam minggu ini menjadi sembilan orang, Senin (11/1/2021).

Hong Kong Observatorium (HKO) juga telah memprediksikan cuaca akan tetap dingin sampai akhir pekan. Pusat Perlindungan Kesehatan juga memperingatkan bahwa suhu rendah dapat memicu atau memperburuk penyakit. Mereka mengingatkan para lansia dan mereka yang menderita penyakit jantung dan pernapasan, untuk tetap waspada karena setidaknya lima lansia meninggal setelah pingsan di rumahnya pada hari Sabtu lalu.

Dilansir dari The Standard, Asosiasi Keamanan Rumah Warga Senior mengatakan antara pukul 12.00 dan 16.30 kemarin, layanan tautan darurat pribadinya dipanggil oleh 1.010 pengguna di rumah, 46 di antaranya dikirim ke rumah sakit. Otoritas Rumah Sakit juga melaporkan dari jam 5.30 sore pada hari Sabtu sampai jam 7 pagi kemarin, sebanyak 485 pasien mengunjungi bagian kecelakaan dan gawat darurat karena cuaca dingin.

HKO memperkirakan cuaca dingin dan kering akan bertahan selama beberapa hari ke depan karena musim dingin yang mempengaruhi pantai Guangdong. Suhu hari ini diperkirakan 8 hingga 12 derajat Celcius, dengan kelembapan antara 40 hingga 60 persen. Prakiraan cuaca besok antara sembilan dan 16 derajat. Cuaca akan menjadi dingin pada pagi dan malam hari. Merkuri diperkirakan turun lagi Senin depan, dengan suhu terendah 12 derajat.

Ketika suhu turun menjadi 10 derajat kemarin pagi, tiga orang lanjut usia, termasuk seorang wanita penghuni panti asuhan Shau Kei Wan berusia 96 tahun dan dua pria dari Quarry Bay dan Mei Foo, ditemukan tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal. Perempuan 32 tahun lainnya yang diyakini menderita sakit kronis juga pingsan di rumahnya di Kin Ming Estate, Tseung Kwan O, dan akhirnya meninggal.

CHP mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kehangatan tubuhnya dengan mengenakan pakaian yang cukup, menjaga asupan kalori yang memadai dan melakukan olahraga teratur untuk memperlancarkan sirkulasi darah dan produksi panas.

“Orang tua memiliki lebih sedikit lemak isolasi di bawah kulit mereka untuk membuat mereka tetap hangat dan mekanisme kontrol suhu tubuh mereka mungkin lebih lemah.” jelas Chan.

Presiden Hong Kong College of Cardiology Chan Ngai-yin mengatakan kontraksi di pembuluh darah akan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Dia mengatakan beberapa lansia mungkin mengalami penurunan mobilitas, yang pada gilirannya memperlambat kemampuan mereka untuk menghasilkan dan menghemat panas tubuh. Ini sangat umum terjadi pada mereka yang menderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan endokrin yang menurunkan tingkat metabolisme mereka.

“Warga lanjut usia harus menghindari keluar terlalu lama. Bahkan jika berada di dalam ruangan tetap harus melakukan senam ringan di rumah,” kata Chan.

News Feed