by

Mayat Seorang PMI di Arab Saudi Ditemukan Dalam Koper yang Tergeletak di Pinggir Jalan

Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang teridentifikasi bernama Afryani (23th) berasal dari Tangerang, Banten, mayatnya ditemukan dalam koper yang tergeletak di pinggir jalan Kota Mekkah, Arab Saudi. Diduga almarhumah meninggal karena sakit lalu mayatnya dibuang oleh temannya karena kesulitan untuk menguburkannya, Kamis (3/12/2020).

Dilansir dari Tempo, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha mengatakan mayat PMI tersebut ditemukan dalam sebuah koper di wilayah Mina, Mekkah, Arab Saudi, pada hari Minggu lalu (29/11). Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah yang menghubungi Kepolisian Wilayah Mina mendapat informasi bahwa mayat tersebut benar merupakan seorang warga negara Indonesia (WNI).

Menurut informasi, pihak Kepolisian Arab Saudi telah melakukan penangkapan terhadap dua WNI, yang diduga terlibat dalam pembuangan mayat dalam koper tersebut. Hasil visum menunjukkan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada mayat Afryani. Namun untuk memastikan penyebab kematian, pihak terkait akan melakukan proses otopsi.

Pihak Kemlu dan KJRI Jeddah mengatakan bahwa pihaknya selain telah menghubungi keluarga dan membantu pemulangan jenazah almarhumah jugs melakukan pendampingan hukum serta menyediakan jasa penerjemah untuk kedua WNI selama menjalani pemeriksaan dari otoritas setempat.

Sepekan sebelum Afriani meningggal, Badri, ayah kandungnya, sempat melakukan Video Call dengan Afriani. Lewat sambungan telepon, Afriani mengatakan agar bapaknya jangan menangis karena dia sudah ada yang membantu dan mengurus.

Dilansir dari Warta Kota, Afriany berangkat ke Arab Saudi pada Januari tahun ini untuk bekerja dengan cara ilegal, sebab pemerintah Indonesia telah menghentikan penempatan PMI ke Timur Tengah sebagai pekerja rumah tangga sejak tahun 2015. Afryany berangkat setelah diajak oleh seorang kenalan yang tinggal tidak jauh dari kediamannya di Kampung Bakung RT 004 RW 001 Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang seperti yang telah dikonfirmasi oleh Camat Kronjo, Tibi, pada Rabu (2/12/2020).

“Dia (Afryani) memang merupakan warga kami. Dia PMI ilegal yang bekerja di Arab Saudi. Dia kabur, mau lapor ke Dubes atau pihak kepolisan kan susah dikarenakan statusnya sebagai PMI ilegal,” kata Tibi.

Menurut Tibi, Afryani sempat kabur dari rumah majikannya di Arab Saudi, dan mencoba untuk pulang kembali ke Tangerang. Afryani diduga kabur untuk menghindari tindak kekerasan yang dilakukan oleh majikannya. Menurut Tibi, meski diduga sering mendapat perlakuan kasar dari majikannya, Afryani diketahui meninggal karena sakit.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Afryani sempat dibantu oleh temannya yang sesama PMI tapi nyawanya tetap tidak dapat tertolong. Temannya yang kebingungan menangani mayat Afryani, kemudian memutuskan untuk memasukkannya ke dalam koper dan membuangnya di pinggir jalan.

“Setelah sakit dan akhirnya meninggal, sulit untuk menguburnya. Sehingga dimasukan ke dalam koper lalu mayatnya dibuang,” ungkap Tibi.

Tibi mengaku bahwa ia tengah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Ketenagakerjaan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi terkait pemulangan jenazah yang saat ini masih berada di Arab Saudi. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga tengah menindaklanjuti proses pemulangan jenazah korban.

Menurut data pemerintah, ratusan jenazah PMI dipulangkan pada semester pertama 2020, penyebab tewasnya PMI di luar negeri mayoritas karena sakit, ataupun disiksa oleh majikan yang mempekerjakan mereka. Seperti yang dikatakan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), pihaknya mencatat telah memulangkan sekitar 190 jenazah pekerja migran dari berbagai negara. Kebanyakan dari jenazah tersebut berasal dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan juga Jawa Barat.

News Feed