by

Taiwan Larang PMI Memasuki Wilayahnya Mulai 4 Desember

Pusat Komando Penangan Epidemi (CECC) Taiwan pada hari Senin (30/11) mengumumkan akan memberlakukan larangan bagi semua pekerja migran Indonesia (PMI) untuk memasuki wilayahnya, mulai Jumat (4/12) sampai Jumat (18/12) mendatang karena kasus virus korona yang semakin meningkat di negara Asia Tenggara, Rabu (2/12/2020).

Dilansir dari Taiwan News, selama konferensi pers pada Senin sore itu, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan dan kepala CECC Chen Shih-chung (陳 時 中) mengumumkan, bahwa di tengah lonjakan parah kasus virus corona di Indonesia dan untuk mengurangi kemungkinan masuknya PMI yang terinfeksi ke wilayahnya. Dalam beberapa minggu mendatang, otoritas Taiwan melarangan semua PMI masuk Taiwan sampai 18 Desember, pada saat itu akan ditentukan apakah pihak berwenang melonggarkan atau memperketat perjalanan pembatasan negara.

Menurut Kementerian Tenaga Kerja (MOL), sejak 17 Maret tahun ini, semua pekerja migran yang tiba di Taiwan harus menjalani karantina selama 14 hari. Sejak saat itu, 7.279 pekerja migran Indonesia telah masuk ke Indonesia, termasuk 5.437 untuk kesejahteraan sosial dan 1.842 untuk posisi industri.

Karena ditemukannya kasus virus korona yang dikonfirmasi di antara PMI yang baru tiba di Taiwan dalam beberapa pekan terakhir ini, Chuang mengumumkan pada 20 November bahwa semua pekerja migran Indonesia yang telah memasuki negara itu sejak tanggal tersebut dan seterusnya, harus menjalani karantina mereka di pusat karantina resmi untuk memastikan pencegahan epidemi. Selain itu, operasi delapan agen tenaga kerja Indonesia telah ditangguhkan di Taiwan untuk memperkuat kontrol perbatasan.

Menurut statistik MOL, rata-rata jumlah mingguan PMI yang masuk ke Taiwan pada November adalah 677. Penangguhan selama dua minggu ini diharapkan dapat mengurangi jumlah PMI yang tiba di negara tersebut sebesar 1.350. Jika penilaian lanjutan menetapkan bahwa pekerja migran Indonesia dapat diizinkan masuk ke negara itu, jumlahnya akan dikurangi setengahnya, dan itu berarti maksimal 339 pekerja Indonesia yang tiba di Taiwan per minggu.

Karena PMI tidak akan bisa masuk, majikan yang membutuhkan pekerja dapat menghubungi agen layanan ketenagakerjaan lokal untuk merekrut PMI yang sudah berada di Taiwan atau pekerja migran dari negara lain. Para penyandang cacat yang membutuhkan perawatan dapat menghubungi hotline layanan perawatan jangka panjang “1966” atau berkonsultasi dengan pusat manajemen layanan perawatan jangka panjang setempat. Untuk prosedur aplikasi yang relevan, pemerintah menyarankan hubungi MOL di 02-8995-6000.

News Feed