by

Puluhan PMI Membaca dan Mendiskusikan Buku Chan Ho-Kei Bersama Majikannya

Puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) bersama majikanya mengikuti kegiatan membaca dan diskusi buku bertema detektif dengan judul 13.67 atau The Borrowed. Diskusi buku karya penulis Hong Kong yang bernama Chan Ho-Kei di hari Minggu (29/11) tersebut diadakan oleh pemilik toko buku Book Punch di 3/F全層, Tai Nam Commercial Building, 169-171 Tai Nan St, Tong Mi, Senin (30/11/2020).

Salah satu PMI bernama Siti yang datang bersama keluarga majikanya yang biasa disapa dengan panggilan Jeff Singsang mengaku dengan mengikuti acara yang berlangsung selama 2 jam tersebut, hubungan di antara mereka semakin membaik karena bisa menjalin komunikasi yang tidak hanya membincangkan persoalan pekerjaan saja.

“Saya suka cerita dalam buku ini, karena meskipun buku ini suatu karangan fiksi dengan penokohan yang tidak nyata, tapi juga menyelipkan beberapa sejarah yang sebenarnya. Dan nenek yang saya jaga sangat suka melihat saya membaca buku, karena setiap sesudah membaca suatu buku saya akan bercerita kepada nenek tentang petualangan seru di dalam buku tersebut,” ungkap Siti kepada Migran Pos.

Begitu juga dengan Jeff, dia mengaku beruntung ada bacaan yang bisa dinikmati bersama pekerjanya. Menurutnya hal tersebut dapat mengisi kekosongan dalam hubungan mereka (hubungan antara majikan dan PRT-nya).

Para PMI yang datang juga mengatakan bahwa cerita dalam buku tersebut membawa mereka kembali ke masa lalu, ketika mereka tumbuh menyaksikan film dan serial TV bergenre aksi maupun detektif dan polisi, yang dimainkan actor papan atas seperti Jackie Chan, Andy Lau, Chow Yun-fat dan masih banyak yang lainya lagi.

“Saya sangat senang bisa berada satu ruangan dengan kalian yang ada di sini. Munulislah untuk memberi ruang, meski tulisan tersebut berdasarkan keadaan nyata di masyarakat sekitar. Namun ketika telah menjadi sebuah buku dan diterjemahkan ke berbagai bahasa, seorang penulis perlu membebaskan diri dari ketertutupan. Karena pembaca yang berasal dari berbagai latar belakang dan pengalaman, memiliki kemungkinan menafsirkan buku tersebut dengan arti yang berbeda. Dan membacalah agar kamu bertambah wawasannya,” ujar Chan Ho Kei sebagai penulis buku yang menjadi bahan diskusi kepada peserta diskusi.

Pemilik toko buku Book Punch, Pong Yat-Ming mengaku sangat terharu, karena pada awalnya dia mengira PMI yang akan datang ke acaranya hanya dalam hitungan jari tangan saja. Yat-Ming juga menyampaikan, dia akan berusaha membuat kegiatan serupa di masa mendatang, untuk menjembatani pertemuan orang-orang dengan tradisi yang berbeda.

“Kami sering mengadakan berbagai acara, tapi kegiatan membaca dan berdiskusi buku bersama PMI dengan majikanya, baru pertama kali ini dilakukan. Karena hari ini berjalan lancar, kami berharap akan dapat menyediakan ruang untuk bertukar pengalaman, dan menjembatani keterasingan menjadi perkenalan. Dan bagi saya tidak ada yang lebih baik daripada menjaga kesehatan fisik dan mental pembaca,” ujar Yat-Ming.

Meski kegiatan tersebut dilaksanakan di tengah gelombang ke-4 Covid-19 di Hong Kong, pihak penyelengara tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak sosial, serta tetap memakai masker selama acara berlangsung. Toko buku Book Punch tidak hanya menjual buku-buku berkualitas, namun juga menyediakan sayuran segar dari pertanian organik lokal, toples mie kering dari rumah mi Chan Ming Kee yang terkenal di Kota Kowloon, dan timbangan hasil bumi, seperti yang ada di pasar basah.

News Feed