by

PMI di Malaysia Disiram Air Panas dan Tidak Diberi Makan, Pemerintah Sikapi Dengan Percepat Perpanjangan MoU

Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang berinisial MH yang bekerja di Malaysia, telah menjadi korban penganiayaan dan penyiksaan oleh majikannya. Selain dipukuli dengan benda tumpul dan disayat dengan benda tajam yang mengakibatkan luka-luka, MH juga disiram air panas serta tidak diberi makan oleh majikannya, Jumat (27/11/2020).

Menurut laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, berdasarkan informasi awal yang diberikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tenaganita dan berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur, saat ini MH sedang berada di RS Kuala Lumpur untuk mendapatkan perawatan intensif setelah berhasil dievakuasi oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM) pada Selasa (24/11) lalu. Sedangkan majikan MH sebagai tersangka juga telah ditahan pihak berwajib.

“Indonesia mengecam keras berulangnya kasus penyiksaan pekerja migran Indonesia terutama di sektor domestik oleh majikan di Malaysia,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kamis (26/11/2020).

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia mengecam keras berulangnya kasus penyiksaan PMI oleh majikan yang mempekerjakannya di Malaysia. Menurut pemerintah, kasus penyiksaan terhadap PMI terakhir terjadi adalah kasus mendiang Adelina Lisau di Penang, dimana hingga saat ini majikan belum mendapatkan ganjaran hukum atas perbuatannya.

“Indonesia juga mendorong penyelesaian segera perpanjangan MoU penempatan pekerja sektor domestik yang telah berakhir sejak 2016 lalu,” tulis laman resminya Kementerian Luar Negeri RI.

Tulisan tersebut juga mengatakan, Indonesia meminta otoritas Malaysia agar melakukan pengawasan yang ketat terhadap majikan, dan harus bisa menjamin serta memberikan perlindungan yang baik terhadap PMI, serta melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku.

Sedangkan KBRI Kuala Lumpur mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi MH, dan akan menunjuk pengacara retainer untuk memonitoring proses penegakan hukum terhadap majikan sesuai hukum yang berlaku.

News Feed