by

Skotlandia Menjadi Negara Pertama Yang Menyediakan Produk Menstruasi Gratis Untuk Semua Penduduknya

Skotlandia sebuah negara bagian di Britania dengan ibukota Edinburgh, telah menjadi negara pertama di dunia yang menyediakan akses gratis dan universal ke produk menstruasi, setelah kampanye empat tahun yang secara fundamental mengubah wacana publik seputar menstruasi, Rabu (25/11/2020).

The Period Products (Free Provision) (Scotland) Act, yang disahkan dengan suara bulat melalui tahap terakhirnya pada Selasa malam (24/11), akan menempatkan kewajiban hukum pada otoritas lokal untuk menyediakan produk menstruasi bagi semua orang yang membutuhkan nya. Untuk memberi contoh awal, dewan rakyat seperti North Ayrshire, telah menyediakan tampon dan pembalut perempuan gratis di gedung-gedung umum sejak 2018.

Dilansir dari The Guardian, kampanye tersebut telah didukung oleh berbagai kelompok akar rumput nasional yang dipelopori oleh juru bicara kesehatan Buruh Skotlandia, Monica Lennon, yang mengatakan kepada media masa bahwa keputusan tersebut menjadikan hari yang membanggakan bagi Skotlandia.

“Ini akan membuat perbedaan besar bagi kehidupan perempuan dan anak-anak perempuan dan semua orang yang mengalami menstruasi. Telah ada kemajuan besar di tingkat komunitas dan melalui otoritas lokal dalam memberi setiap orang kesempatan untuk mendapatkan kesetaraan yang bermartabat,” jelas Lennon.

“Telah terjadi perubahan besar dalam cara membahas menstruasi di dalam kehidupan masyarakat umum. Beberapa tahun yang lalu tidak pernah ada diskusi terbuka tentang menstruasi di ruang Holyrood dan sekarang sudah menjadi mainstream. MSPs menikmati menjadi bagian dari itu, dan itu mencakup menopause, endometriosis, serta jenis produk yang kami gunakan dan keberlanjutannya,” tambahnya.

Menurut penelitian sebelumnya oleh kelompok akar rumput Women for Independen, masyarakat di sana mengalami kesulitan mendapatkan produk sanitasi dasar untuk kebutuhan pokok setiap bulan, dengan jumlah yang kian melonjak selama pandemi virus corona.

Data tersebut mengungkapkan bahwa hampir satu dari lima perempuan pernah mengalami masa sulit mengakses produk menstruasi, yang berdampak signifikan pada kebersihan dan kesehatan, dan juga kesejahteraan mereka. Penduduk perempuan diperkirakan menghabiskan rata-rata ratusan ribu dalam sebulan, untuk membeli produk menstruasi yang bila dihitung seumur hidup bisa mengahabiskan puluhan juta rupiah.

Skema, yang diperkirakan menelan biaya sekitar £ 8,7 juta per tahun, tidak akan diuji kemampuan ya yang berarti, setiap perempuan bisa mengajukan akses gratis ke produk menstruasi. Pemerintah Skotlandia awalnya menentang ketentuan universal tersebut, tetapi beralih untuk bergabung dengan dukungan lintas partai pada debat tahap pertama RUU tersebut pada bulan Februari lalu. SNP telah menghadapi tekanan yang semakin besar dari para aktivisnya sendiri, serta dari koalisi serikat pekerja dan kelompok masyarakat sipil yang digalang oleh Lennon.

Undang-undang tersebut juga akan menetapkan dalam undang-undang persyaratan bagi sekolah, perguruan tinggi, dan universitas untuk menyediakan produk menstruasi secara gratis, yang diumumkan oleh menteri pertama, Nicola Sturgeon, pada tahun 2017. Ini merupakan yang pertama di dunia, sementara pemerintah Skotlandia juga mendanai proyek di Aberdeen untuk mengirimkan produk menstruasi gratis ke rumah tangga berpenghasilan rendah serta £ 4 juta lebih lanjut untuk dewan melanjutkan peluncuran ke tempat umum lainnya.

Untuk sementara ini, sejumlah bisnis individu seperti restoran, pub, dan bahkan klub sepak bola, mulai menyediakan produk menstruasi gratis secara mandiri. Hal tersebut menjadi semakin umum di Skotlandia, untuk masuk ke toilet wanita dan menemukan produk menstruasi gratis di dekat wastafel, atau dengan kotak kejujuran.

Lennon mengatakan bahwa juru kampanye di seluruh dunia telah mengamati kemajuan di Skotlandia dengan sangat cermat. “Ini adalah pesan penting di tengah pandemi global bahwa kita masih dapat menempatkan hak-hak perempuan dan anak perempuan di bagian atas agenda politik.”

News Feed