by

Ratusan PMI Hong Kong Merayakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Tengah Pandemi

Bertempat di Causeway Bay, ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) yang tergabung dalam Gabungan Migran Muslim Indonesia di Hongkong (GAMMI-HK), pada hari Minggu (22/11) melangsungkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1442 H, Selasa (24/11/2020).

Acara yang mengusung tema “Raih Cinta Allah dan Rosululloh, Dengan Menjadi Suri Tauladan Yang Baik dan Saling Peduli Kepada Sesama” tersebut, selain menjadi ajang silaturahmi antar pekerja migran yang datang dari berbagai latar belakang, dan juga diisi dengan perlombaan beserta kegiatan lainya dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.

“Biasanya kami melakukan kegiatan semacam ini di Lapangan Rumput Victoria Park, Causeway Bay, tapi karena di saat pendemi seperti ini kita harus lebih hati-hati dan menjaga jarak sosial, oleh sebab itu kami memilih tempat di bawah jembatan ini yang tidak terlalu banyak orang. Dan saya harus tingal di tempat ini sejak semalam setelah selesai kerja di rumah majikan. Karena kalau tidak ditempati paginya akan dipenuhi teman-teman yang juga mencari tempat sepi untuk berkegiatan atau hanya sekedar beristirshat,” jelas Dinda yang menjadi panitia acara.

Menurut Dinda, meski banyak PMI yang terkendala mencari tempat untuk berlibur dan beristirshat ketika hari Minggu, karena pemerintah memperketat larangan berkumpul yang tidak boleh melebihi dari empat orang di setiap kelompok, mereka tidak akan kehabisan cara untuk menghemat biaya agar dapat melakukan aktivas seperti biasanya dengan tetap memperhatikan kesehatan mereka.

“Terus jaga tali silaturrohmi antar pekerja migran di Hongkong dan jangan lelah untuk terus bersatu agar tidak mudah diadu domba oleh pihak manapun atau siapapun, karena perjuangan kita masih cukup panjang untuk mencontoh perjuangan Rosul membebaskan kaum terdzolimi, seperti pekerja migran yang selalu diskriminasi dan dieksploitasi oleh banyak pihak,” jelas Rossy Mansyur ketua GAMMI.

Menurut Rossy, meski PMI yang menghadiri acara tersebut berjumlah ratusan, pihaknya mengawasi masa yang datang untuk tetap tertib menjalankan protokol kesehatan, dengan cara setiap orang yang datang harus memakai masker, membawa handsanitizers dan diwajibkan makan dengan piring masing-masing serta menjaga jarak sosial.

“Karena kami memiliki konsolidasi yang tinggi antar anggota, jadi meskipun jarang melakukan pertemuan tatap muka selama pendemi berlangsung, kami tetap melakukan pembekalan serta pembelajaran melalui sosial media Facebook, untuk memenuhi kebutuhan teman-teman yang membutuhkan pendidikan dari jarak jauh,” tambah Rossy.

Salah satu kelompok peserta lomba beraggotakan 8 PMI yang membawa pulang piala dan juga piagam kemenangan mengaku sangat bahagia dan bangga, karena meskipun mereka hanya berlatih sebentar saja mengunakan layanan media masa dan internet, tapi mereka berhasil menjadi juara dalam lomba sholawat dzi’baiyah.

“Kami senang sekali, karena kami belajarnya mendadak dan baru mulai minggu kemarin. Saya juga senang mengikuti lomba ataupun belajar hal baru agar mendapatkan tambahan ilmu. Meskipun saya hanya memiliki waktu sedikit, karena sebagian besar digunakan untuk bekerja di rumah majikan, tapi saya tetap semangat belajar dan berjuang,” Jelas Nur dari Majelis Tilawatil Qur’an.

News Feed