by

Setelah Jalani Hukuman “Kasus Sihir”, Lili Kembali ke Tanah Air

Lili Sumarni binti Suhartono, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Situbondo, Jatim, akhirnya pulang ke tanah air setelah terbebas dari hukuman mati dan menjalani hukuman penjara di Arab Saudi. Lili dipenjara karena tuduhan telah melakukan sihir kepada keluarga majikannya, Minggu (22/11/2020).

Dilansir dari Detik.com, melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu (21/11/2020), Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh mengatakan Lili dipulangkan ke Jakarta dengan menumpang pesawat Saudi Airlines SV 816 dari Riyadh pada 18 November 2020 pukul 22.15 waktu setempat. Esoknya, 19 November 2020 pukul 11.15 WIB tiba di Jakarta.

Menurut kronologinya, 9 tahun silam, tepatnya pada 12 Januari 2012 KBRI Riyadh menerima informasi bahwa Lili terancam hukuman mati karena dituduh melakukan sihir kepada keluarga majikannya. 17 Januari 2012, atas izin otoritas setempat
KBRI Riyadh berhasil bertemu dengan Lili di penjara Shagra, sekaligus memberikan pendampingan hukum kepada PMI yang saat ini berusia 37 tahun tersebut.

Pada 12 Juni 2012, Pengadilan Shagra mulai menyidangkan perkara Lili dan membacakan nota dakwaan dengan ancaman hukuman mati. Kemudian Pada 18 September 2014, hakim Pengadilan Shagra menjatuhkan hukuman mati kepada Lili. Melalui pengacara Lili mengajukan banding. Pengadilan banding pun menerima pembelaan Lili dan membatalkan putusan hukuman mati tersebut.

Pengadilan banding kemudian meminta Pengadilan Shagra untuk menyidang ulang kasus tersebut. Namun hakim tetap menjatuhkan hukuman mati kepada Lili.

Akhirnya Majlis A’la Lil-Qudhot (Dewan Tinggi Para Hakim) menetapkan susunan hakim baru yang akan mengadili kasus Lili. Setelah pengadilan berjalan hingga beberapa kali sidang, pada 6 Desember 2018, hakim membacakan putusan untuk menolak hukuman mati. Akan tetapi Lili tetap diputus bersalah dengan hukuman 8 tahun penjara dan 800 cambukan. Dengan pertimbangan pelbagai hal, Lili menerima keputusan tersebut dan menyatakan tidak banding.

Masa tahanan Lili berakhir pada Januari 2020. Untuk mempermudah penyelesaian administrasi dan persiapan pemulangan serta lebih dekat untuk dikunjungi. KBRI Riyadh meminta pemindahan tempat tahanan Lili dari Penjara Shagra ke Penjara Riyadh. Permintaan tersebut dikabulkan.
Hingga akhirnya KBRI Riyadh berhasil menyelesaikan urusan administrasi, tiket dan test PCR untuk kepulangan Lili.

Lili mengucapkan terima kasih kepada KBRI Riyadh yang sudah mendampinginya selama ini.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada KBRI Riyadh yang selalu mendampingi saya hingga saya bisa dipulangkan ke Tanah Air,” tutur Lili, dikutip dari kumparannews, Rabu (18/11/2020).

Lili diterbangkan bersama 140 WNI overstay yang juga dipulangkan ke tanah air yaitu 23 orang dari shelter penampungan KBRI Riyadh, dan 117 orang lainnya diberangkatkan dari rumah detensi imigrasi/deportasi (Tarhil).

News Feed