by

Pasta Yang Mengandung Serangga dan Rambut Ditemukan Dijual di Hong Kong

Melalui siaran media masa Dewan Konsumen Hong Kong pada hari Senin (26/11), meminta produsen makanan untuk meningkatkan kontrol kualitas produk mereka, setelah pihaknya menemukan fragmen serangga di semua pasta kemasan yang diuji, Selasa (17/11/2020).

Wakil ketua komite penelitian dan pengujian dewan konsumen Lui Wing-cheng mengatakan, produk makaroni dari Nissin Foods mengandung sebanyak 548 fragmen serangga atau kutu kecil per 225 gram pasta. Dua puluh tiga dari 35 sampel juga mengandung rambut, serta potongan logam dan plastik. Meski demikian, Lui meminta masyarakat tidak perlu terlalu kwatir, selama mereka selalu memasak pasta dengan matang sebelum mengonsumsinya.

“Pasta dibuat dari gandum, dan sangat tidak dapat dihindari bahwa serangga dapat bercampur selama menanam dan memanen tanaman … fragmen serangga yang kami temukan kali ini sangat kecil, biasanya lebih pendek dari 1 mm [panjangnya], dan hanya dapat dilihat jelas di bawah mikroskop. Sejauh ini tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa mereka berbahaya bagi manusia,” jelas Lui.

Sementara itu, ketua eksekutif dewan Gilly Wong mengatakan, produsen pasta harus berbuat lebih banyak untuk memastikan produk mereka bersih sebelum mendistribusikannya ke pasar.

“Saat membeli terigu, Anda harus mengecek kualitas terigu dan tingkat higienitasnya, terutama jika kita berbicara tentang fragmen serangga. Anda bisa mengujinya dan memiliki mekanisme quality control sendiri, untuk memastikan bahan baku yang akan masyarakat konsumsi terjamin kebersihannya, ” kata Wong.

Sebagai tanggapan, Nissin Foods mengatakan temuan dewan harus menjadi kasus yang terisolasi, karena mereka telah mengirim batch produk yang sama ke laboratorium di Amerika Serikat dan menemukan bahwa mengandung jauh lebih sedikit partikel asing.

Secara terpisah, dewan juga menemukan Deoxynivalenol (DON) yang juga disebut sebagai ‘vomitoxin’ diproduksi oleh jamur Fusarium graminearum dan Fusarium culmorum umum dalam sampel pasta, penemuan tersebut bisa menjadi peringatan bahwa asupan yang berlebihan dapat menyebabkan demam, sakit perut, diare, dan muntah.

Badan pengawas mengatakan, sementara ini terdapat 23 sampel pasta mengandung racun pada tingkat yang lebih rendah dari standar UE, seorang anak berusia 3 tahun ke atas dapat mengkonsumsinya hingga 80 persen, dari tingkat asupan harian maksimum yang setara dengan makan hanya setengah mangkuk pasta.

Comment

News Feed