by

Kritik UU Omnibus Law, Jumhur Hidayat Ditangkap Polisi

Diduga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), deklarator serta Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur Hidayat, ditangkap tim siber Bareskrim Polri di rumahnya di Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).

Menurut Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Awi Setiono mengatakan pria yang pernah menjabat sebagai kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), yang saat ini berubah menjadi BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) tersebut ditangkap pada Selasa pagi (13/10).

“Jumhur tadi pagi ditangkap,” kata Brigadir Jenderal Awi, dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (13/10/2020).

Brigjen Awi juga menjelaskan bahwa Jumhur ditangkap karena dugaan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang diunggahan melalui media sosialnya.

Sementara itu, dilansir dari abc.net, Usman Hamid selaku Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, menanggapi penangkapan tersebut untuk menyebar ketakutan bagi mereka yang mengkritik pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Sebelumnya, dua petinggi KAMI sudah ditangkap oleh pihak kepolisian. Anton Permana selaku deklarator KAMI yang ditangkap pada Minggu (11/10) dan anggota Komite Eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan ditangkap pada Selasa pagi (13/10). Kedunya diciduk dengan tuduhan yang sama, pelanggaran terhadap UU ITE.

Comment

News Feed