by

Tim Astronomi Temukan Gugus Angin Bintang

Sekelompok astronomi yang dipimpin oleh Tim dari universitas Belgia KU Leuven, dengan professor Albert Zijlstra dari Laboratorium Penelitian Luar Angkasa Universitas Hong Kong (HKU), telah menangkap gambar detail pertama dari angin bintang unik yang mengelilingi bintang sekarat, Jumat (18/9/2020).

Dilansir dari publikasi jurnal sains, menurut tim astronomi tersebut pemandangan yang mereka temukan dapat menunjukkan bentuk memesona, yang memecahkan misteri kematian bintang seperti yang akan terjadi dengan matahari, yang diprediksikan akan mati dalam kurun waktu 7.000 miliar tahun lagi.

Ketika bintang di luar angkasa mulai kehabisan bahan bakar nuklir (hidrogen) sebagai sumber pembakaran, mereka akan membengkak dan mendingin, lalu berubah menjadi raksasa merah. Kemudian mereka menghasilkan angin bintang, suatu aliran partikel yang dikeluarkan bintang dan mengakibatkan bintang tersebut kehilangan massanya.

Saat matahari mati, itu akan menciptakan bencana angin bintang. Angin akan membentuk nebula planet dan menghasilkan cangkang gas dan debu yang dikeluarkan dari bintang selama evolusinya. Penemuan baru ini dapat memberikan petunjuk, bahwa nebula tampaknya memiliki kesimetrian tertentu tetapi hampir tidak pernah bulat.

“Gambar terbaru ini tentang bintang-bintang seperti matahari yang mencapai akhir hidup mereka. Sembilan dari 10 bintang akan membentuk nebula planet pada saat itu. Sebelumnya asal muasal bentuk nebula planet tidak pernah jelas. Namun pengamatan baru kami akhirnya memecahkan misteri ini. Sekarang kami bahkan dapat memprediksi bentuk nebula matahari,” jelas Albert yang dikutip dari The Standard.

Diyakini bahwa angin bintang berbentuk bola, tetapi tim menemukan bahwa mereka seperti nebula planet. Tim juga menemukan berbagai bentuk angin bintang, termasuk bentuk cakram yang mengandung spiral dan kerucut. Pola yang berbeda ini disebabkan oleh bintang bermassa rendah atau planet berat di sekitar bintang yang sekarat.

“Sama seperti sendok yang Anda aduk dalam secangkir kopi dengan susu dapat menciptakan pola spiral, rekannya menghisap bahan ke arahnya saat berputar mengelilingi bintang,” kata Lee Decin dari KU Leuven.

Menurut perhitungan baru oleh tim astronomi tersebut, spiral lemah akan terbentuk karena angin bintang dari matahari tua yang sekarat. Temuan mereka telah dipublikasikan di jurnal Science terkemuka, yang menjadi rujukan kaum akademis dan masyarakat umum.

News Feed