by

Asosiasi Agen Minta Kepada Pemerintah Agar PRT Migran Boleh Menunggu Visa Baru di Rumah Majikan

Asosiasi Agen Tenaga Kerja Hong Kong meminta kepada pemerintah, agar mengizinkan pekerja rumah tangga (PRT) migran untuk tinggal dengan majikan baru mereka sebelum visa kontrak baru dikeluarkan. Permintaan tersebut diajukan setelah ditemukan kasus Covid-19 pada beberapa PRT Migran yang sedang tinggal di asrama dan rumah kos ketika menungu visa baru, Rabu (12/8/2020).

Ketua Asosiasi Agen Tenaga Kerja Hong Kong, Cheung Kit-man mengatakan kepada program RTHK pada hari Rabu siang, bahwa pemrosesan visa kerja untuk PRT migran telah melambat sejak pandemi merebak, mengakibatkan banyak pekerja yang berganti majikan di Hong Kong harus menunggu hingga dua bulan, sebelum mereka mendapatkan visa baru untuk memulai pekerjaanya.

Sebelumnya Cheung juga mengatakan, para PRT migran ini akan kembali ke negara asalnya di disela-sela masa kontrak kerja. Namun kini, banyak dari mereka yang terjebak di Hong Kong dan harus tinggal di rumah kos selama menunggu.

Hal itu mengakibatkan bertambahnya PRT migran yang tinggal di rumah kos, dan Cheung juga memperingatkan, situasi akan berlanjut jika Departemen Imigrasi gagal mempercepat pemrosesan visa.

“Saya kira, setidaknya saat ini ada 4.000 PRT migran tinggal di sekitar 200 hingga 300 rumah kos di berbagai distrik,” kata Cheung.

Dia mendesak pemerintah untuk melonggarkan aturan, dan mengizinkan PRT migran untuk bergabung dengan majikan baru mereka, sambari menunggu visa mereka selesai diproses. Cheung mengatakan, hal itu dapat membantu mengurangi jumlah pekerja yang tinggal di asrama, sehingga dapat membendung penyebaran Covid-19 dikalangan PRT migran.

Cheung juga berkata, meskipun pemerintah berencana memberikan semua PRT migran yang tinggal di rumah kos pengujian Covid-19, akan banyak dari mereka yang mungkin tidak dites karena pihak berwenang tidak memiliki informasi tentang semua asrama di Hong Kong.

Setidaknya lima pekerja rumah tangga yang pernah tinggal di sebuah rumah kos di Sheung Wan baru-baru ini dipastikan terjangkit Covid-19, dan seorang PRT asal Indonesia yang pernah tinggal di rumah kos Mong Kok bersama setidaknya 10 orang lainnya, termasuk dalam ke 33 kasus Covid yang dikonfirmasi pada hari Selasa (11/8).

News Feed