by

Satu Lagi PMI Dinyatakan Positif COVID-19

Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang sempat tinggal di rumah kos telah terbukti positif terkena virus corona, pekerja itu sempat tinggal di asrama Flat B, 10/F, Kin On Commercial Building, 49-51 Jervois Street, Sheung Wan, bersama empat sampai enam PRT migran lainnya, dan mulai bekerja di majikan baru pada Sabtu (1/8) lalu, Jumat, (7/8/2020).

PMI tersebut dibawa ke rumah sakit setelah mengalami demam pada hari Rabu (5/8), dan kemudian dinyatakan positif virus corona pada hari Kamis (6/8). Saat ini keluarga tempat dia bekerja telah dikirim ke kamp karantina, dan para pejabat juga berusaha menghubungi para pekerja migran lainnya yang sempat tinggal bersama untuk dilakukan pengujian.

Dilansir dari RTHK, pihak Centre for Health Protection (CHP) juga menyalahkan miskomunikasi, karena pada hari Rabu (5/8) telah keliru mengatakan bahwa 28 PRT migran yang terhubung dengan PMI yang menjadi kasus nomor 3664 COVID-19, telah dikonfirmasi semuanya pergi ke rumah majikan masing-masing dan perlu dilacak.

Chuang Shuk-kwan mengatakan pada hari Kamis, (6/8), bahwa ternyata hanya satu saja yang telah masuk ke rumah majikannya, dan sisanya masih di asrama yang sama yang terletak di lantai empat Fook Gay Mansion di Lockhart Road, Wan Chai. Dan saat ini mereka sedang dipersiapkan untuk mengikuti pengujian Covid-19.

Dalam investigasi lebih lanjut, otoritas berwenang menemukan bahwa PMI tersebut telah tinggal di rumah kos ketiga, di Sunlight Employment Agency di On Ning Building, North Point mulai tangal 21 sampai 22 Juli bersama sekitar 13 PRT migran lainnya.

Chuang mengatakan, karena terkendala masalah komunikasi dengan pekerja dan agennya tersebut, membuat para pejabat mengalami kesulitan menentukan keberadaannya selama masa inkubasi, dan ada hari-hari tertentu di mana mereka masih tidak yakin di mana mereka berada.

“Kami memiliki beberapa kendala bahasa, dia ingin memberi tahu kami, tetapi dia tidak bisa memberi tahu kami dengan tepat, di mana saja tepatnya dia berpergian. Itu sebabnya kami perlu meminta agen untuk mencari tahu, dan juga meminta bantuan dari kepolisian untuk investigasi lebih banyak tentang lokasi yang tepat,” kata Chuang.

Chuang mengatakan peristiwa baru-baru ini menunjukkan risiko kemungkinan wabah massal di kalangan pekerja migran, seperti yang telah terjadi sebelumnya di Singapura, dan membuatnya prihatinan terhadap prospek wabah besar-besaran itu, yang melibatkan akomodasi berbentuk asrama tempat tinggal yang ditempati banyak orang.

“Dalam pengaturan asrama ini, mereka biasanya ramai, dan para pekerja migran berbagi fasilitas yang mudah untuk menjadi alat transmisi Covid-19, itu sebabnya saya pikir departemen pemerintah terkait perlu meninjaunya dan melihat apa yang bisa kita lakukan,” jelas Chuang.

CHP melaporkan 95 kasus coronavirus secara keseluruhan pada hari Kamis, dengan semua kecuali empat adalah infeksi yang ditularkan secara lokal. Dari kasus lokal, 52 terkait dengan infeksi yang dikonfirmasi sebelumnya, dan 39 tidak memiliki sumber penularan yang diketahui.

Sementara itu, pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa 85 Pasien coronavirus yang berusia delapan tahun meninggal pada Kamis sore, menyebabkan korban tewas terkait dengan Covid-19 di HK menjadi 44 jiwa.

Pasien laki-laki itu menderita penyakit kronis dan tinggal di Rumah Lansia Cornwall di Tuen Mun, tempat puluhan penduduk dan staf datang turun dengan virus.

News Feed