by

Pakar Kesehatan Mendesak Pemerintah Hong Kong Lakukan Tes Covid-19 Masal Bagi Ribuan PRT Migran yang Tingal di Tempat Kos

Seorang ahli penyakit menular Dr Ho Pak-leung dari Universitas Hong Kong mendesak pemerintah, untuk melakukan pengujian massal terhadap virus korona kepada ribuan pekerja rumah tangga (PRT) migran yang tinggal di tempat kos. Setelah seorang PRT migran asal Indonesia yang tinggal di building house agen K.L  Home Limited, 375 Lockhart Road, Wan Chai dikonfirmasi positif COVID-19, Kamis (6/8/2020).

Dilansir dari RTHK, Ho mengatakan, pihak berwenang seharusnya tidak meremehkan risiko kelompok infeksi di rumah kos yang ramai, setelah melihat wabah Covid-19 di Singapura pada populasi pekerja migran, yang tingal di suatu tempat dengan jumlah yang besar.

Dia mengatakan para pejabat harus bertindak cepat, dan menguji setidaknya 7.000 PRT migran yang tinggal di ratusan rumah kos di Hong Kong. Dia percaya itu bisa dilakukan dalam satu hari jika pihak berwenang memiliki tekad untuk melakukannya.

Otoritas kesehatan mengatakan, pada hari Selasa (4/8), PMI berusia 37 tahun yang positif COVID-19 itu sempat tinggal bersama 28 lainnya yang sedang menunggu visa turun selama dua hari. Hingga kini, pemerintah sedang berupaya untuk melacak keberadan mereka yang telah masuk ke rumah majikannya.

Diberitakan Singapura menyaksikan pertumbuhan eksplosif dalam kasus Covid-19 pada Mei, setelah cluster dikembangkan di asrama yang penuh sesak ditingali para pekerja migran, dimana  ribuan orang berbagi  ruang dan tempat tinggal yang sempit. Seperti di Hong Kong, Singapura telah menangani gelombang awal kasus virus corona dengan cara yang relatif sukses.

Singapura sekarang telah mencatat lebih dari 53.000 kasus Covid-19, terutama dari asrama-asrama di mana sekitar 300.000 pekerja dari Bangladesh, India, dan Cina ditempatkan.

Pihak berwenang Singapura mengatakan bulan ini mereka berharap untuk mengangkat status karantina di semua asrama, dengan pengecualian beberapa blok yang berfungsi sebagai zona karantina, meski begitu mereka menyatakan 89 persen pekerja yang sempat terinfeksi telah pulih atau bebas dari virus.

News Feed