by

Kasus Covid-19 Melonjak, Hong Kong Kembali Terapkan Larangan Berkumpul Lebih Dari 8 Orang

Pemerintah pada hari Kamis siang mengumumkan akan memperketat kembali aturan jarak sosial, sehubungan dengan lonjakan kasus Covid-19 yang ditransmisikan secara lokal. Masyarakat diminta untuk tidak berkumpul melebihi 8 orangakan mulai diterapkan hari Sabtu besok hingga dua minggu kedepan, Kamis (9/7/2020).

Dilansir dari RTHK, dengan jumlah 34 infeksi lokal dan delapan kasus import, hingga kini pihak berwenang belum dapat melacak sumber dua infeksi lokal. Di tengah lonjakan infeksi Covid-19, para pejabat mengatakan pembatasan akan dikenakan lagi pada restoran, yang hanya akan diizinkan untuk mengisi hingga 60 persen dari kapasitas maksimum mereka, dengan jumlah maksimum pelanggan per meja diisi delapan orang.

Sedangkan untuk bar serta pub dapat duduk hanya empat orang per meja, dan jumlah orang yang diizinkan untuk berkumpul di tempat-tempat di mana orang tidak selalu memakai masker wajah, seperti karaoke, tempat kebugaran dan ruang pesta yang sebelumnya boleh 16 orang, menjadi delapan.

Klub malam hanya dapat beroprasi pada kapasitas 60 persen saja, dengan jumlah maksimum pelanggan per meja berkurang dari delapan menjadi empat, dan semua makanan dan minuman akan dilarang di bioskop.

Sekretaris Department Pangan dan Kesehatan Sophia Chan mengatakan pada konferensi pers bahwa dengan Covid-19 terus melanda seluruh dunia, virus tidak akan tiba-tiba menghilang begitu saja, Hong Kong juga tidak dapat berharap memiliki nol kasus untuk jangka waktu yang lama, setidaknya sampai vaksin yang efektif dikembangkan untuk menangani pendemik ini.

Menurut Chan, beberapa lonjakan dalam kasus-kasus seperti gelombang infeksi saat ini telah diprediksikan, dan pemerintah akan secara aktif merespons mereka dengan memberlakukan langkah-langkah yang ditargetkan untuk diterapkan mengurangi penyebarannya.

“Karena strategi penekan-dan-angkat, sekarang saatnya bagi kita untuk menekan angka infeksi. Dan fokus kita kali ini benar-benar pada memanfaatkan masker. Kami memahami dari gelombang infeksi kali ini, dan juga telah mengkonfirmasi kasus bahwa beberapa dari mereka, berasal dari bisnis ketring,” jelas Chan.

Chan mengatakan pihak berwenang juga akan memperluas kapasitas pengujiannya, yang bertujuan untuk menguji kelompok yang baru-baru ini mengalami peningkatan kasus, termasuk orang tua dan staf di rumah perawatan, pekerja katering, dan pengemudi angkutan umum.

Pusat Perlindungan Kesehatan (CHP) Dr Chuang Shuk-kwan mengatakan, lima atau enam pengemudi taksi baru-baru ini terinfeksi, dan CHP akan menerbitkan nomor plat mereka di situs webnya, agar orang yang pernah menaiki taksi tersebut bisa segera melapor.

“Saya mengerti sebagian besar pelanggan, tidak akan ingat nomer plat taksi yang mereka pakai, jadi kami sedang bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi untuk melihat, apakah kami dapat mencari atau menemukan penumpang yang [naik] taksi selama periode waktu tertentu,” kata Chuang .

Sophia Chan mengatakan bahwa pihak berwenang telah sangat berhati-hati, untuk menyeimbangkan kesehatan masyarakat dengan mempertimbangkan langkah-langkah anti-epidemi, serta perlunya kegiatan ekonomi dan sosial agar keadaan kembali normal dikalangan masyarakat.

Dia mengatakan tujuan dari semua berbagai tindakan anti-epidemi, aturan menjaga jarak sosial, kontrol perbatasan, karantina, pengujian dan pelacakan kontak, adalah untuk menjaga jumlah kasus Covid-19 ke tingkat yang dapat ditanggulangi oleh sistem perawatan kesehatan.

Hingga saat ini, total Covid-19 di Hong Kong berjumlah 1.365 kasus, dengan tujuh kematian.

News Feed