by

Seorang WNI di Malaysia Dihukum 22 Tahun Terkait Terorisme

Muhammad Amru Labis, seorang warga negara Indonesia, divonis 22 tahun penjara dan denda sebesar RM. 5000 oleh Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Malaysia karena dakwaan tindakan terorisme.

Seperti yang diberitakan the Star dan dikutip dari CNNIndonesia.com,
edisi Jumat (3/7/2020), Hakim Muhamad Zaini Mazlan menjatuhkan putusan itu pada Kamis (2/7). Pria 49 tahun tersebut terbukti bersalah atas dua dakwaan sekaligus.

Hakim Mazlan menyatakan Amru Labis terbukti menyimpan dan memiliki barang-barang yang terkait dengan kelompok teroris ISIS. Ada 31 gambar dan delapan video ISIS di ponselnya. Dalam dakwaan tersebut dia dipidana selama dua tahun penjara.

Tuduhan lainnya dengan hukuman 20 tahun penjara dan denda RM. 5.000 (sekitar Rp 16,7 juta), dengan tuduhan memberikan pelatihan dan instruksi kepada anggota grup WhatsApp “sejati sejiwa” untuk melakukan tindakan teroris yang dilakukan pada 7 Mei 2020, pukul 06.12 pm di G-02-12, Jalan SM2, Taman Subang Mas, Petaling, Selangor.

Muhamad Amru Labis sendiri mengaku bersalah atas semua dakwaan tersebut dan berjanji untuk tidak mengulangi tindakannya. Sesuai keputusan hakim, Ia juga harus menjalani hukuman terhitung dari tanggal penangkapannya, 7 Mei 2019.

Sementara itu, menurut bukti yang diperoleh dari pengadilan Malaysia, Muhamad Amru hendak melakukan persiapan serangan teror disebuah kuil yang berada di Subang Jaya, Selangor.

News Feed