by

PMI Asal Jateng Alami Penyekapan di Arab Saudi

Surani, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sragen, Jawa Tengah, yang sudah 18 tahun tidak pulang ke tanah air mengaku mengalami penyekapan di Arab Saudi, Sabtu (27/6/2020).

Melalui sebuh video yang diunggah di media sosial, perempuan berusia 45 tahun tersebut menuturkan bahwa ia sudah 18 tahun tidak pulang dan sering disekap oleh majikannya.

“Saya di sini sudah 18 tahun, saya tidak pernah dipulang-pulangkan. Saya minta pulang tidak dipulang-pulangkan. Dan saya 18 tahun di sini gaji 1000. Sekarang saya sering dikunci di kamar 2 hari atau sehari, kadang dikasih makan kadang tidak,” petikan dari video yang diunggah Surani, Kamis (25/6/2020).

Dalam video berdurasi 1 menit 22 detik tersebut, Surani Binti Prato Surono mengungkapkan saat ini ia berada di Al Samer Jeddah atau tepatnya di jalan Baker bin Salam Al Shouf. Nama majikan perempuan Nafisa Saniyur, dan majikan laki-lakinya bernama Sakdi Al harbi.

Video tersebut kemudian diunggah oleh Ahyar dan Garda BMI melalui akun Facebooknya, selanjutnya disampaikan ke pihak keluarga dan pemerintah desa.

Perempuan yang sebelumnya diperlakukan baik oleh majikannya, dan baru 10 bulan bekerja di anak majikannya tersebut tidak mengetahui apakah data dirinya sesuai paspor atau tidak. Namun ia sangat mengharapkan bantuan pemerintah agar bisa segera pulang ke tanah air.

Sementara itu, menurut Kades Mojorejo, Suharno membenarkan bahwa Surani adalah warganya yang tidak pulang selama 18 tahun.

“Benar dia (Surani) warga kami. Tadi kami baru saja ke rumah kerabatnya. Dia memang 18 tahun tidak pulang. Pulang terakhir tahun 2002. Sampai sekrang nggak bisa pulang,” ujar Sukarno, dikutip dari Joglosemarnews.com, Jumat (26/6/2020).

Suharno juga mengungkapkan bahwa terkait kasus ini pihaknya sudah memberitahukan ke kecamatan, serta melakukan koordinasi dengan Perkumpulan TKI Mojorejo dan akan melaporkan ke Disnaker dan Kementrian Tenaga Kerja RI.

Comment

News Feed