by

Nekad Ingin Pulang Indonesia Jalan Kaki, 3 PMI Malaysia Hilang di Hutan Belantara

Tiga orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atas nama Safari, Juli Hartono, dan Junaidi
dinyatakan hilang sejak bulan April lalu setelah mereka nekad ingin pulang ke Indonesia dengan berjalan kaki menembus hutan belantara dari Malaysia, Sabtu (27/6/2020).

Dikutip dari Kompas, di tengah luasnya hutan belantara di perbatasan antara negara Malaysia dan Indonesia, hingga kini tim “Search and Rescue” (SAR) masih mencari keberadaan ketiga PMI tersebut.

Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika ada enam warga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang bekerja di Malaysia ingin pulang ke Indonesia. Keenam warga Sambas tersebut yakni Rifki, Holdi, Thamrin, Safari, Juli Hartono, dan Junaidi.

Kondisi Malaysia saat itu masih menerapkan lockdown. Akibatnya, Pos Lintas Batas Negara ditutup, sehingga keenam PMI tersebut tidak bisa pulang melalui jalur yang normal, mereka berenam kemudian nekat menembus hutan belantara demi bisa kembali ke Indonesia.

Dalam perjalanannya ternyata mereka tidak bisa menemukan jalan menuju kampung halaman dan mereka tersesat di dalam hutan.

“Di tengah perjalanan mereka tersesat di hutan dan kekurangan bekal,” kata Gunawan seperti yang dikutip dari Kompas.

Dalam keadaan tersesat mereka kemudian membagi kelompoknya menjadi dua. Kelompok pertama, mereka yang memutuskan kembali ke Kota Kapit Serawak, Malaysia, yakni Rifki dan Thamrin.

Kelompok kedua terdiri dari Holdi, Safari, Juli Hartono, dan Junaidi. Sedangkan kelompok kedua tersebut yang kukuh melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.

Pada Mei 2020, warga sekitar menemukan Holdi yang rupanya juga terpisah dari rombongan yang memutuskan kembali ke Indonesia. Holdi ditemukan ketika dirinya tengah mencari ikan. Warga kemudian membawanya ke Desa Tanjung Lasa.

Namun, tiga orang rekannya, yakni Juli Hartono, Safari, dan Junaidi, masih belum diketahui keberadaannya. Tim SAR pun masih terus melakukan upaya pencarian.

“Belum ditemukan. Mengingat luasnya wilayah hutan di perbatasan. Saat ini masih terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak teknis,” ungkap Gunawan.

Comment

News Feed