by

Hindari Lonjakan Jumlah PRT Migran Baru, Pemerintah Tolak Beri Subsidi dan Fasilitas Karantina

Menteri tenaga kerja Law Chi-kwong pada hari ini, Sabtu (27/6/2020) menyatakan pemerintah Hong Kong tidak akan menggunakan hotel sebagai pusat karantina darurat bagi pekerja rumah tangga (PRT) Migran yang akan tiba di kota dalam beberapa bulan mendatang.

Dilaporkan RTHK, Law mengatakan pemerintah khawatir jika kebijakan penyediaan tempat karantina diluncurkan akan mendorong sejumlah besar PRT Migran untuk memasuki Hong Kong. Hal ini selama pandemi coronavirus yang masih berlangsung, maka akan menimbulkan tekanan besar pada upaya pemerintah untuk mengatasi pandemi.

“Jumlah orang yang benar-benar kembali dari Filipina ke Hong Kong dalam satu bulan terakhir hanya sekitar 1.700, yang merupakan jumlah yang sangat kecil. Tetapi jika kita mengizinkan orang, dan memberikan fasilitasi sedemikian rupa sehingga secara langsung atau tidak langsung akan mendorong mereka untuk datang, jumlah itu akan melonjak dengan sangat cepat,” kata Law.

Law mengatakan bahwa dua hingga tiga penerbangan dari Manila ke Hong Kong pada setiap harinya dapat mendatangkan sekitar 500 orang, sehingga dalam dua minggu akan menjadi 7.000 orang.

“Itu jumlah yang sangat besar, dan kami tidak akan memiliki fasilitas karantina yang cukup untuk menampung kelompok orang yang datang hanya dari Filipina. Jadi, ini yang menjadi perhatian,” ujar Law.

Sebelumnya da permintaan dari agen tenaga kerja untuk menggunakan hotel dan fasilitas pemerintah. Permintaan tersebut didukung anggota parlemen Partai Rakyat Baru Eunice Yung yang pada hari Jumat menyatakan bahwa lebih dari 12.000 pekerja rumah tangga asing diharapkan tiba di Hong Kong selama beberapa bulan ke depan.

Yung telah mengusulkan pemerintah untuk mensubsidi biaya pengaturan ini guna membantu majikan, karena para majikan khawatir mereka tidak akan dapat mengkarantina PRT mereka dengan baik di flat mereka sendiri.

Hukum mengakui bahwa tidak ideal bagi PRT Migran untuk menjalani karantina di rumah-rumah sempit, dan mengatakan pemerintah akan memberikan informasi bagi majikan dan agen untuk menemukan akomodasi hotel bagi para pekerja mereka dengan harga murah.

Comment

News Feed