by

Seorang PMI Hong Kong Dipenjara Karena Meracuni Majikannya

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong dipenjara karena terbukti meracuni atau mencampur obat ke dalam menu makanan majikan, Jumat (26/6/2020).

Dilansir dari SCMP, Rinda, 39th, dijatuhi hukuman 8½ bulan penjara setelah mengaku bersalah atas kasus keracunan makanan yang membuat korban, majikan dan anakanya yang berusia 2 tahun, harus dirawat di rumah sakit hingga seminggu.

Menurut pengacaranya, Rinda membubuhkan obat di makanan majikan yang beralamat di Wong Tai Sin karena majikannya tidak mengizinkannya memutuskan kontrak kerja.

Pengadilan Kota Kowloon mendengar kesaksian Rinda bahwa ia memiliki hubungan yang buruk dengan majikannya yang bernama Chan Yi-kiu, sejak ia mulai bekerja di rumahnya pada bulan Juli 2018.

Pengacara Rinda mengatakan dia sengaja mengutak-atik makanan yang dihidangkannya untuk Chan dan anaknya sebagai pembalasan atas perbuatan majikan yang menghalangi pengunduran dirinya.

Jaksa penuntut mengatakan berat badan Chan naik 18 kg dan mengalami pembengkakan pada tubuh setelah Rinda mulai memasukkan steroid, deksametason, ke dalam makanannya dengan interval yang tidak teratur.

Obat tersebut adalah kortikosteroid yang biasanya digunakan untuk mengobati peradangan dan penyakit kulit, tetapi baru-baru ini bermanfaat bagi pasien yang sakit parah yang mengidap penyakit mematikan.

Rinda telah ditahan sejak pihak berwenang menangkapnya pada 24 Oktober setelah Chan dan suaminya melihatnya melalui kamera keamanan saat ia sedang menempatkan steroid dalam bubur yang dia siapkan pada hari itu.

Rekaman lebih lanjut ditemukan setelah investigasi yang menunjukkan tersangka melakukan hal sama pada menu sarapan keluarga pada dua hari sebelumnya di awal bulan itu.

Dalam sidang bulan lalu, Rinda membantah menggunakan steroid dengan itikad buruk dan mengatakan dia berharap untuk meringankan penyakit kulit Chan tetapi tidak mengetahui efek samping obat.

Pada hari Rabu lalu, Rinda mengaku bersalah atas empat tuduhan pemberian racun atau hal-hal lain yang merusak atau berbahaya dengan maksud untuk melukai, dan satu tuduhan berupaya melakukan kejahatan semacam itu, setelah mengubah perwakilan hukumnya.

Pengacara pembela mengatakan kepada hakim Leung Ka-kie bahwa Rinda “sangat menyesal”, dan telah mendapatkan pelajarannya selama penahanannya selama delapan bulan di penjara.

Leung menetapkan titik awal penjara 4½ bulan untuk setiap penghitungan, dan memerintahkan Rinda untuk menjalani total 8½ bulan di balik jeruji untuk hukuman atas kejahatan meracuni makanan yang telah dilakukannya setidaknya 3 kali.

News Feed