by

CHRF: Aksi 1 Juli Terancam Dilarang Oleh Polisi

Ketua Front Hak Asasi Manusia Jimmy Sham Tsz-kit meyakini ijin aksi massa 1 Juli akan ditolak polisi, meski mereka sudah mengusulkan tujuh langkah pengendalian virus, termasuk aturan jarak jauh dan langkah pengendalian kerumunan khusus untuk mengurangi kekhawatiran tentang penyebaran Covid-19, Rabu (24/6/2020).

Dilansir The Standard, keyakinan Jimmy tersebut diungkapkan setelah pertemuan selama 90 menit antara pihak penyelenggara also dengan pihak kepolisian di North Point pada hari Selasa kemarin. Karena polisi menolak menjelaskan langkah-langkah apa yang akan diperlukan dan harus dipenuhi oleh pihak panitia agar izin rapat umum atau aksi massa bisa diterbitkan.

“Saya merasa pertemuan kami hanya formalitas. Seolah-olah kami diberi kunci kombinasi yang sebenarnya tidak memiliki kode. Saya bertanya kepada polisi: apa lagi yang perlu kami lakukan? Kami bersedia bekerja sama selama persyaratan Anda masuk akal. Namun mereka tidak menjawab, dan itu sudah jelas karena mereka tidak suka gagasan orang turun ke jalan,” ungkap Jimmy seperti dikutip The Standard.

Lebih lanjut Sham tidak melihat polisi akan mengeluarkan surat tidak keberatan atas proposalnya.

Wakil ketua kelompok Figo Chan Ho-wun mendesak polisi untuk mengadakan pertemuan lain dengan mereka untuk menawarkan saran dari pakar kesehatan untuk acara tersebut.

“Kami percaya Undang-Undang Dasar itu yang paling penting, dan warga negara memiliki hak untuk mengekspresikan pendapat mereka,” kata Chan.

Menurut Chan jika polisi memang melarang pawai, kelompoknya akan mengajukan kasus kepada Dewan Banding tentang Rapat Umum dan Prosesi 1 Juli.

Para aktivis pro demokrasi juga turut menyayangkan dan menyesalkan larangan aksi massa seperti pada tanggal 4 Juni lalu. Protes larangan dan ajakan agar masyarakat turun ke jalan pada 1 Juli terlihat juga digantung di Lion Rock.

Sebelumnya, pekan lalu pemerintah Hong Kong telah mengeluarkan larangan berkumpul di tempat umum lebih dari 50 orang berlaku sampai 2 Juli.

Comment

News Feed