by

Agustus Mendatang, BP2MI Hapus Biaya Penempatan

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan membebaskan biaya penempatan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dimulai per 17 Agustus 2020 mendatang, Jumat (19/6/2020).

Aturan baru tersebut sesuai dengan UU No 18 tahun 2017 pasal 30 ayat 1, yang
berbunyi “Pekerja Migran Indonesia tidak dapat dibebani biaya penempatan.” Adapun biaya penempatan yang dimaksud adalah tiket keberangkatan dan kepulangan, visa kerja, legalisasi Perjanjian Kerja, dan jasa perusahaan.

Menurut ketua BP2MI, Benny Rhamdani, selama ini PMI membayar biaya penempatan lewat pinjaman lembaga keuangan (multifinance) dan koperasi dengan bunga yang tinggi, sekitar 21%·

“Jadi lembaga pinjaman itu seolah sinterklas, padahal prakteknya melebihi rentenir. Sebab dengan bunga setinggi itu gaji para pekerja akhirnya habis untuk mencicil pinjaman,” kata Benny, dilansir dari  detik.com, Kamis (18/6/2020).

Benny juga mengungkapkan jika kebijakan baru tersebut tidak akan disenangi oleh pihak yang selama ini telah meraup keuntungan, dan pihaknya siap menerima resiko.

Selain menghapus biaya penempatan, Benny juga akan membentuk Satuan Tugas ( Satgas) Pemberantasan Sindikasi PMI nonprosedural serta penegakkan hukum yang akan bekerja sama dengan Bareskrim Mabes Polri.

Seperti diketahui, jumlah biaya penempatan per orang untuk PMI Hong Kong sebesar Rp 14-17 dan Rp 33-39 juta untuk PMI yang bekerja di Taiwan. Pembayaran tersebut melalui lembaga keuangan yang dibayar dengan cara pemotongan gaji.

News Feed