by

Hong Kong Didesak Agar Segera Mengatur Lokasi Karantina Khusus Untuk PRT Migran Baru

Selompok masyarakat yang mewakili agen perekrutan pekerja rumah tangga migran (PRTA) pada hari Minggu (14/6) meminta pemerintah Hong Kong, untuk menyediakan fasilitas karantina khusus bagi ribuan pekerja migran baru, yang diperkirakan akan tiba di Hong Kong dalam beberapa bulan mendatang, Senin, (15/6/2020).

Dilansir dari RTHK, Serikat Agen Tenaga Kerja Hong Kong mencatat bahwa pihaknya memperkirakan sekitar 8.000 hingga 10.000 PRTA dari negara keberangkatan Filipina dan Indonesia akan segera tiba di Hong Kong, karena pemerintah dan agen lokal mereka tetap melanjutkan memproses aplikasi pengajuan ijin kerjanya. Meski perekrutan sempat ditunda selama berbulan-bulan karena pandemi Covid-19.

Ketua kelompok itu, Thomas Chan mengatakan, sebagian besar majikan yang akan mempekerjakan PRT migran tersebut, tidak memiliki cukup ruang di rumah untuk dijadikan lokasi karantina khusus, dan para majikan mengaku tidak mampu membayar biaya kamar hotel untuk memenuhi persyaratan karantina wajib.

“Menurut persyaratan dasar Departemen Ketenagakerjaan dan Departemen Kesehatan, pengaturan karantina harus ada ruang dan kamar mandi independen untuk pekerja. Mustahil bagi 85 persen majikan untuk menyediakan fasilitas semacam itu,” kata Chan yang dikutip dari RTHK.

Serikat tersebut telah meminta setiap agen anggotanya untuk mewawancarai 20-30 majikan, dan lebih dari 90 persen dari mereka mengatakan, majikan tidak bersedia tinggal di flat yang sama dengan PRTA yang wajib menjalani karantina.

Para majikan itu mengatakan pihaknya bersedia membayar biaya makanan calon pekerjanya, tetapi mereka berharap pemerintah dapat memberikan subsidi untuk akomodasi, karena kamar hotel dapat menelan biaya hingga HK$ 5.000 untuk wajib karantina selama dua minggu.

News Feed