by

Mark Zuckerberg Khawatir Hongkong Bisa Kehilangan Facebook dan WhatsApp

CEO Facebook, Mark Zuckerberg khawatir apabila di masa mendatang Hong Kong akan kehilangan platform media sosial seperti Facebook dan WhatsApp sehubungan dengan adanya undang-undang keamanan nasional baru dari Tiongkok untuk Hong Kong. Mark memungkinkan kedua media sosial tersebut akan dilarang di Hong Kong, sebab di Tiongkok sendiri melarang warganya untuk menggunakan Facebook dan WhatsApp, Sabtu, (30/5/2020).

Dikutip dari RTHK, dalam sebuah wawancaranya dengan penyiar Amerika Serikat untuk Fox News, Mark menunjukkan bahwa WhatsApp milik Facebook sudah populer di Hong Kong, Mark berharap platformnya akan terus tersedia di Hong Kong hingga masa yang akan datang.

Mark mencatat bahwa pendekatan internet yang dilakukan oleh Tiongkok “sangat berbeda” dengan apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Eropa dan sebagian besar negara lain, dengan alasan Facebook belum dapat mencapai kesepakatan untuk beroperasi di Tiongkok.

Dalam wawancara tersebut, sebuah pertanyaan apakah Mark memiliki strategi untuk membantu orang-orang di Hong Kong agar bisa terus menggunakan Facebook, Mark berkata: “Saya pikir kita harus memperhatikan situasi ini sekarang juga.”

“Orang-orang di seluruh Hong Kong sangat menyukai layanan kami. Mereka menggunakan WhatsApp karena dienkripsi dan mereka tahu itu akan aman. Mereka tahu mereka dapat saling mengirim pesan dengan aman tanpa diawasi. Orang-orang yang menggunakan Facebook untuk berkomunikasi dengan teman-teman mereka dan keluarganya di seluruh dunia, dan saya tentu berharap bahwa kami akan menemukan cara untuk terus menawarkan layanan dalam jangka panjang”, ungkap Mark seperti yang dilaporkan oleh RTHK.

Mark juga mengatakan bahwa dirinya “sangat khawatir” negara-negara lain akan memandang kontrol internet di Tiongkok dengan iri dan sedang mempertimbangkan membawa aturan serupa untuk memungkinkan mereka memutuskan apa yang dapat dilakukan perusahaan dan melihat apa yang sedang dilakukan warga secara online.

“Saya berharap bahwa dalam lima tahun atau 10 tahun dari sekarang aturan internet akan menjadi lebih dekat dengan apa yang kita miliki di Amerika Serikat dan demokrasi Barat, daripada apa yang negara Tiongkok katakan,” kata Mark.

News Feed