by

Pemerintah, NU dan Muhammadiyah Sepakat Salat Idul Fitri di Rumah

Pemerintah Indonesia dan dua organisasi besar Islam, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, kompak mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah wabah Covid-19. Salat Idul Fitri tahun ini diadakan di rumah masing-masing umat, Rabu (13/5/2020).

Melalui pesan tertulisnya, Wawan Gunawan Abdul Wahid selaku Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntutan, mengatakan bahwa sudah ada imbauan dari Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah saja.

“Ya hasil rapat Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntutan MTT PP Muhammadiyah demikian memutuskan,” tutur Wawan, dilansir dari Tempo.com, Selasa (12/5/2020).

Sebelumnya pada 6 April 2020, Menteri Agama RI Fachrul Razi telah mengeluarkan surat edaran Kementerian Agama nomor 6 tahun 2020
tentang panduan beribadah menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah/ 2020 Masehi di tengah pandemi Covid-19.

Beberapa poin yang di tuangkan dalam surat tersebut antara lain Salat Ied saat Idul Fitri secara berjamaah ditiadakan. Surat itu ditujukan ke seluruh kantor Kemenag daerah seluruh Indonesia.

Sementara itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 3 April 2020 juga mengeluarkan surat edaran bernomor 3953/C.I.034.04.3030. Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil, Sekjen PBNU Helmy Faishal, Pejabat Rais Aam KH Miftachul Akhyar, dan Katib Aam KH Yahya Cholil juga menghimbau masyarakat warga NU dan umat Islam lainnya untuk menjalankan salat Idul Fitri di rumah.

“Menjalankan salat tarawih selama bulan Ramadhan dan salat Idul Fitri selama pandemi COVID-19 di rumah masing-masing atau sesuai protokol pencegahan COVID-19 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah masing-masing,” bunyi dari surat edaran tersebut, dikutip dari kumparan.com, Selasa (5/4/2020).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga melakukan hal senada. Mereka juga mengeluarkan surat edaran dengan nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi pandemi COVID-19. Surat yang dikeluarkan pasa 19 Maret 2020 tersebut berisi sembilan poin yang salah satu isinya juga menjelaskan tentang pelarangan salat Idul Fitri di tempat umum.

News Feed