by

SBMI Adakan Sosialisasi Online Mengenai Bea Cukai

Didorong oleh banyaknya keluhan mengenai pajak pengiriman barang ke tanah air, utamanya setelah adanya pandemi Covid -19, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Hong Kong mengadakan sosialisasi pajak via video conference, Minggu (26/4/2020).

Dalam diskusi secara daring tersebut, hadir dua pembicara dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong, yaitu Buhari Sirait Atase Teknis Bea Cukai dan Agung Wahyudi selaku Atase Teknis kepolisian.

Menurut ketua SBMI Hong Kong, Nur Halimah, SBMI akan selalu mengkampanyekan permasalah bea dan cukai kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik melalui media online maupun pertemuan langsung.

“Kita akan selalu memberitahu kawan-kawan tentang peraturan bea cukai, misal di WhatsApp group, Facebook, ketemu langsung, selain kita juga sosialisasi lewat media fanpagenya SBMI Hong Kong,” kata Nur halimah, Kamis (30/4/2020).

Salah satu PMI yang pernah mengirimkan barang ke tanah air, Vita Rimala, pekerja migran asal Ponorogo mengaku dikenai biaya pajak sebesar Rp. 350.000 saat mengirimkan 2 box masker melalui kantor pos.

“Aku kena Rp.350.000 di Indonesia, cuma kirim dua box masker. Itu saya kirim melalui kantor pos,” tutur Vita, PMI yang sudah 12 tahun bekerja di Hong Kong, Kamis (30/4/2020)

Diskusi yang berlangsung selama satu jam tersebut diikuti oleh 15 peserta dari beberapa perwakilan organisasi antara lain, SBMI Hong Kong, Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Hong Kong, Aliansi Kebangsaan Untuk Indonesia (Aku Indonesia), Internasional Domestic Workers Federation (IDWF) serta peserta individu.

Selama adanya epidemi Covid-19 ini, SBMI Hong Kong sudah menerima sepuluh lebih pengaduan kasus mengenai bea cukai dari para PMI.

News Feed