by

Komnas HAM: Kasus Hand Sanitizer Berstiker Gambar Bupati Klaten Itu Tidak Etis

Komisi Nasional Hak Asasi Manusina atau Komnas HAM Indonesia sebut kasus hand sanitizer berstiker foto Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang memunculkan tagar #BupatiKlatenMemalukan, itu tidak etis karena memanfaatkan situasi pandemic untuk kepentingan politik, Kamis (30/4/2020).

“Ini peringatan bagi kita semua, terutama pejabat publik, tidak boleh memanfaatkan ruang kesusahan kita semua menjadi ruang politik untuk kepentingan-kepentingan di luar kepentingan kesehatan,” kata Choirul Anam, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (29/4/2020).

Choirul juga menjelaskan selain hal tersebut tidak etis, pemasangan stiker foto pada hand sanitizer tersebut juga menyangkut etika politik yang serius, terlepas dari manapun sumber dana itu didapat.

Sementara itu, untuk menyikapi hal tersebut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten tengah berkoordinasi dengan Bawaslu Jateng.

Menurut Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman menuturkan, akan melakukan kajian terhadap apa yang telah dilakukan oleh bupati Klaten tersebut. Dan bila terjadi pelanggaran pilkada akan dilakukan penanganan.

“Kami masih melakukan kajian dari beberapa fakta yang ada dan melakukan koordinasi atau komunikasi secara intensif dengan Bawaslu provinsi. Jika temuan itu mengandung unsur pelanggaran pilkada, kami akan melakukan penanganan sebagaimana mestinya,” kata Arif, dikutip dari Solopos.com, Selasa (28/4/2020).

Sebelumnya diberitakan pada Senin, 27 April 2020, Warga Klaten dan warganet dihebohkan dengan penemuan hand sanitizer yang diduga berasal dari bantuan Kementerian Sosial yang akan disalurkan ke masyarakat umum, namun ditempeli stiker bergambar Bupati Klaten.

Sri Mulyani sendiri sudah meminta maaf dan menganggap hal tersebut adalah kekeliruan di lapangan.

Sebelumnya, Sri Mulyani adalah Wakil Bupati terpilih periode 2016-2021 mendampingi Sri Hartini yang tertangkap tangan oleh KPK karena kasus korupsi jual beli jabatan pada Desember 2016 lalu. Akhirnya Sri Mulyani menggantikan kedudukan Sri Hartini sebagai Bupati Klaten. Selain itu Sri Mulyani juga digadang-gadang akan mencalonkan diri sebagai calon bupati klaten pada Pilkada 2020.

News Feed