by

Pemerintah dan DPR RI Sepakat Menunda Pilkada Serentak 2020

Dalam rapat kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan pemerintah dan DPR RI sepakat menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020, Selasa (31/3/2020).

Alasan penundaan tersebut karena pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mewabah, hingga ditakutkan akan mengancam keselamatan masyarakat.

Kesepakatan diambil dalam rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR RI dengan Arief Budiman ketua KPU, Abhan Ketua Bawaslu, Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri, dan Plt ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad, yang diadakan di gedung DPR pada hari Senin (30/3/2020).

Saan Mustopa selaku Wakil Ketua Komisi II menyatakan salah satu hasil dalam rapat tersebut adalah melakukan penundaan tahapan pilkada 2020.

“Salah satu poinnya melakukan penundaan Pilkada 2020 yang berakibat pada penundaan pelaksanaan penungutan suaranya serta tahapan lainnya, ujar Saan, dikutip dari Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Pilkada serentak 2020 rencananya akan dilaksanakan pada 23 September 2020, diikuti oleh 270 wilayah di Indonesia mencangkup 9 provinsi, 224 Kabupaten dan 37 kota.

Dalam rapat tersebut juga menyepakati tiga opsi penundaan waktu Pilkada. Opsi pertama penundaan tiga bulan dari jadwal pemungutan suara, yaitu pada 9 Desember 2020. Opsi kedua penundaan selama enam bulan dari jadwal semula, yaitu pada 17 Maret 2021, dan alternatif terakhir ditunda sampai 12 bulan hingga 29 September 2021.

Namun, DPR dan pemerintah belum memastikan waktu pelaksanaannya dikarenakan pandemi Covid-19 juga belum diketahui kapan akan bisa diatasi.

News Feed