by

Pekanbaru Siapkan 180 Kamar Untuk Karantina PMI

Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau telah menyiapkan 180 kamar untuk warganya yang menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung akibat terdampak “lockdown” di Malaysia. Ratusan kamar untuk karantina tersebut berada di Rusunawa Rejosari, Selasa (31/3/2020).

Dilansir dari Antara.com, Wali Kota Pekanbaru Firdaus memerintahkan untuk menggunakan dua menara (tower) 3 dan 4 Rusunawa Rejosari di Jl. Karya Bakti Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, agar dimanfaatkan sebagai fasilitas ruang karantina. Sedangkan penduduk yang selama ini tinggal di dua menara tersebut, dipindahkan ke menara lain dan juga ada yang memilih pindah sendiri karena ketakutan.

“Hari ini kita dapat info ada lima orang sudah di Dumai, dan akan dijemput sehingga jam 11 malam ini tiba di Pekanbaru, dan segera kita pindahkan warga ke tower yang telah disediakan. Sejauh ini ada 180 kamar kosong untuk saudara kita PMI yang merupakan warga kita berdasarkan KTP Pekanbaru,” kata Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru, Yuliarso di Pekanbaru, Senin petang (30/3) dikutip dari Antara.

Menurut Yuliarso, PMI yang baru pulang dari luar negeri dan berasal dari Pekanbaru tersebut, berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena datang dari Malaysia yang merupakan salah satu negara dengan penyebaran pandemi COVID-19 cukup luas. Mereka akan diisolasi selama 14 hari di Rusunawa Rejosari sesuai protokol kesehatan.

“Mereka akan mendapatkan makan, minum dan kebutuhan lainnya,” ujar Yuliarso.

Yuliarso mengakui pada Senin siang, sempat terjadi penolakan dari warga setempat terhadap rencana rusunawa menjadi tempat karantina PMI. Menurut dia, Pemko Pekanbaru akan terus menyosialisasikan pentingnya isolasi bagi masyarakat karena penularan Virus Corona jenis baru sangat cepat.

“Saya kira tinggal nanti kita berikan pengertian. Ini (PMI) kan saudara kita juga. Masyarakat juga harus cerdas dalam artian memahami perkembangam virus Covid-19 ini,” jelas Yuliarso.

Pemerintah Kota Pekanbaru sudah menetapkan status tanggap darurat COVID-19, karena sudah ada dua warganya yang positif terinfeksi virus Covid-19. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Pekanbaru, hingga Senin (30/3) sore terdapat 440 ODP dan 47 pasien dalam pengawasan (PDP).

News Feed