by

MENT Tuntut Pemisahan Antara Pabrik dan Mes Pekerja

Sebuah kelompok Migran Empowerment Network (MENT) atau Jaringan Pemberdayaan Migran bersama para Pekerja Migran Indonesia dan Pekerja Migran dari berbagai negara lainnya di Taiwan, hari ini mengelar aksi di depan gedung Kementerian Ketenagakerjaan. Aksi tersebut menuntut kebijakan, agar pemerintah segera membentuk peraturan “pisahkan pabrik dan mes” sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja migran, Selasa (31/3/2020).

Dilansir dari TV Migran Migren, Pada tanggal 22 Maret kemarin, 3 pekerja migran yang berasal dari Vietnam meninggal dunia akibat kabakaran pabrik. Ketika kebakaran terjadi, 3 orang korban masih di dalam mes yang berada di bagian atas pabrik.

MENT mengingatkan masyarakat Taiwan bahwa selama 2 tahun 4 bulan ini, sudah tercatat 11 pekerja migran yang tewas karena kebakaran akibat mes dan pabrik tidak dipisah. Selain itu, terdapat 6 petugas pemadam kebakaran yang kehilangan nyawanya saat berusaha menyelamatkan korban yang terjebak dalam kebakaran.

Aksi MENT tersebut juga dihadiri oleh beberapa kelompok aktivis lokal yang ikut bersolidaritas untuk mendukung tuntutan “pisahkan mes dan pabrik”. Sebab selain para majikan yang seharusnya berkewajiban memberikan perlindungan dan keamanan kepada pekerjanya, pemerintah juga harus mengeluarkan prosedur keselamatan yang jelas bagi pekerja migran.

News Feed